Investasi
Tujuh Hari Kedepan IHSG Diprediksi Cenderung Mendatar
Beberapa sentimen yang diperkirakan mempengaruhi pergerakan IHSG seminggu kedepan satu di antaranya kondisi kesehatan Trump dan istri
TRIBUNJAMBI.COM - Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee memprediksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung mendatar (sideways).
Selain itu ada beberapa sentimen yang diperkirakan mempengaruhi pergerakan IHSG seminggu kedepan, satu di antaranya kondisi kesehatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tujuh hari kedepan diprediksi cenderung mendatar (sideways), setelah seminggu yang lalu mengakhiri bulan September dengan IHSG melemah 0,39% ke level 4.926,73.
Dalam sepekan kedepan Hans memprediksi IHSG cenderung sideways di-range yang lebar dengan support di level 4.881-4.754 dan resistance di level 4.991-5.075.
Selain itu, ada beberapa sentimen yang diperkirakan mempengaruhi pergerakan IHSG seminggu kedepan.
• Lo Kheng Hong dan Eyang Ratman Bikin Strategi Khusus saat IHSG Merah, Panen Miliaran
• Produk Investasi VTube Ilegal, Marak di Jambi Modus Tonton Iklan Dapat Dollar, Ini Kata OJK
• Harga Sawit di Muaro Jambi Juga Turun
Pertama, Trump dan istirnya terkena Covid-19 yang membuat khawatir pelaku pasar.

Situasi politik AS bisa berubah bila kesehatan Trump memburuk. Kondisi Trump dapat berpeluang menurunkan popularitasnya karena dianggap terlalu lemah dalam mengatasi Covid-19.
Trump diprediksi akan mengambil lebih banyak langkah keras terhadap China untuk menaikkan popularitasnya dan mempertahankan dukungan dari para pemilihnya sesudah berita positif Covid-19.
"Hal ini meningkatkan risiko dan ketidak pastian di pasar keuangan. Pelaku pasar tidak suka ketidak pastian dan akan bergerak ke aset safe haven seperti emas, Dollar dan Yen," jelas Hans, Minggu (4/10).
Sentimen kedua, debat pertama Trump dan calon dari Partai Demokrat Joe Biden dianggap kejam dan diwarnai hujan interupsi dan penghinaan.
• Harga Biji Cokelat di Muara Bulian Saat Pandemi Menurun, Omzet Pengumpul Hanya Rp 700 Ribu
• Belum Apa-apa, Syahrini Sudah Pamer Warisan Dari Ibu Mertua Reiko Barack: Alhamdulillah Nikmat Allah
Trump juga mengatakan pemungutan suara melalui surat berpeluang terjadi kecurangan. Pengamat mengatakan tidak ada bukti bahwa hal itu terjadi di AS. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang periode pasca pemilu.
Bila nanti Biden memenangkan pemilu maka hal yang menjadi kekhawatiran pelaku pasar adalah pajak perusahaan mungkin akan naik dan peraturan yang lebih ketat.
Kenaikan pajak dan peraturan yang ketat akan menekan laba korporasi yang berakibat valuasi saham menjadi lebih mahal.
Tetapi Biden dapat meredakan kekhawatiran tentang perang perdagangan dengan China dan banyak negara lain yang selama ini dilakukan oleh Trump.
Perang dagang terbukti mengganggu pertumbuhan ekonomi dunia dan menimbulkan banyak kerugian bagi banyak Negara.