Investasi

Tujuh Hari Kedepan IHSG Diprediksi Cenderung Mendatar

Beberapa sentimen yang diperkirakan mempengaruhi pergerakan IHSG seminggu kedepan satu di antaranya kondisi kesehatan Trump dan istri

Editor: rida
ANTARA FOTO/Aprillio Akba/hp.
Pelajar beraktivitas di dekat grafik pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3) 

Selain itu, paket stimulus fiskal untuk mendongkrak ekonomi akibat Covid-19 yang selama ini gagal disepakati Partai Demokrat dan Republik, lebih berpeluang disahkan.

Ketiga, data ekonomi AS menunjukan perlambatan pemulihan. Salah satunya data ketenagakerjaan. Non-farm payrolls hanya meningkat 661.000 pekerjaan bulan September 2020 setelah naik 1,49 juta pada Agustus 2020.

Data ini di bawah ekspektasi ekonom yang disurvei Reuters yang memperkirakan 850.000 pekerjaan untuk September.

Ini menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja AS melambat pada September.

Penciptaan lapangan kerja masih jauh dari 22 juta pekerjaan yang di PHK sejak pandemi Covid 19. Jumlah pengangguran permanen di AS juga mengalami peningkatan.

Keempat,Kongres atau DPR AS akhirnya menyetujui proposal Partai Demokrat Paket Stimulus Fiskal senilai US$ 2,2 triliun untuk memberikan bantuan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin masih jauh dari kesepakatan paket bantuan Covid-19 di beberapa bidang utama.

Hal ini membuka peluang paket stimulus fiskal ini akan kembali terganjal atau gagal di Senat AS.

Saat ini ekonomi AS sangat membutuhkan stimulus menyusul pemulihan ekonomi yang melambat. Bila paket stimulus ini kembali gagal akan menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan.

Kelima, di Eropa, terlihat indikasi awal terjadi gelombang kedua Covid-19. Prancis melakukan persiapan untuk melakukan siaga maksimum covid-19 mulai Senin (5/10).

Kemungkinan langkah ini akan memaksa penutupan restoran dan bar dan memberlakukan pembatasan lebih lanjut pada kehidupan publik untuk menghindari penyebaran Covid 19 lebih lanjut.

Italia memperpanjang kondisi darurat untuk mencegah penyebaran corona baru hingga Januari.

Inggris akan memperpanjang pembatasan lokal di kawasan utara sebagai tanggapan atas lonjakan kasus Covid 19.

Spanyol khususnya kota Madrid akan menjadi ibu kota Eropa pertama yang kembali melakukan lockdown untuk menahan lonjakan kasus Covid-19.

"Gelombang kedua Covid-19 yang diantisipasi dengan langkah pembatasan sosial berpotensi membawa perlambatan ekonomi yang berpeluang menekan pasar keuangan khususnya pasar saham," kata Hans.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved