Breaking News:

Berita Selebritis

Ahok Batal Penjarakan Orang yang Mencemarkan Nama Baiknya, Ini Alasan dari Bos Pertamina Itu

Seperti yang diketahui, Komisaris Utama PT Pertamina itu sempat melaporkan orang yang mencemarkan nama baiknya.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024. 

TRIBUNJAMBI.COM - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok baru-baru ini mencabut laporan atas dugaan pencemaran nama baik yang dialaminya.

Seperti yang diketahui, Komisaris Utama PT Pertamina itu sempat melaporkan orang yang mencemarkan nama baiknya.

Ahok pun sempat kesal atas perlakuan dua pelaku pencemaran nama baiknya. Namun belakangan ini, kasus itu tidak mau diteruskan Ahok, meski sudah masuk penanganan pihak berwajib.

VIDEO Anies Baswedan Perpanjang PSBB di Ibu Kota, Jokowi: Mini Lockdown Justru Lebih Efektif

Skenario Penggulingan Soekarno, Hanya PKI Dalang G30S? Fakta-fakta Keterlibatan CIA dan AS

Tanjabtim Dapat Bantuan 22 Tenaga Kesehatan dari Kementerian

Penyidik Polda Metro Jaya akan menghentikan kasus pencemaran nama baik yang dialami Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dengan tersangka KS (67) dan EJ (47).

Penyidikan kasus tersebut dihentikan lantaran Ahok mencabut laporan di Polda Metro Jaya, Senin (28/9/2020).

Salah satunya membuat berita acara. 

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok tiba di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok tiba di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019). (Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda)

"Itu akan dibuatkan berita acara pencabutan dahulu," ujar Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin.

Selanjutnya, kata Yusri, penyidik akan melakukan gelar perkara kasus tersebut oleh pengawas penyidikan (wassidik) sebelum akhirnya dihentikan.

"Kemudian digelarkan dulu bersama Wassidik Krimsus baru setelah itu dihentikan," kata Yusri.

Kuasa Hukum Ahok, Ahmad Ramzy sebelumnya menjelaskan, pencabutan laporan yang dilakukannya berdasarkan rekomendasi Ahok setelah bertemu kedua tersangka, beberapa waktu lalu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved