Breaking News:

Teguran Maut Benny Moerdani Terbukti, Jika Dipatuhi Soeharto Tidak Akan Lengser Dari Kursi Presiden

Mungkin Benny Moerdani merupakan satu-satunya pejabat yang berani melayangkan teguran ke Soeharto. 'Raja intel' ini pernah buat

Editor: rida
(KOMPAS/EDDY HASBY)
Mahasiswa menduduki gedung MPR/DPR, menuntut Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatan Presiden, pada Mei 1998. 

Hubungan itu dimulai sejak era 1960-an, saat Soeharto berpangkat Mayor Jenderal.

Soeharto sangat mengagumi Benny karena piawai dalam strategi tempur.

Selain itu, Benny cerdas dalam memecahkan masalah secara intelijen.

Urusan pelik, baik di dalam maupun luar negeri, dipercayakan kepada Benny yang dikenal loyal.

Misalnya ketika Indonesia terlibat konflik politik dan militer dengan Malaysia pada 1964.

Link Live Streaming Trans7, MotoGP Catalunya 2020, Nantikan Kejutan Valentino Rossi

5 Orang Tewas Terbakar di Dalam Rumah Tempat Penyimpanan Tabung Gas, Warga Dengar Suara Minta Tolong

Wajah Asli Suami Baru Meggy Wulandari Terungkap, Kaget Disebut Mirip Sahrul Gunawan: Masa Sih!

Soeharto yang merasa pemecahan masalah secara militer tidak menguntungkan Indonesia, lalu memutuskan mengambil langkah intelijen dan diplomasi.

Akhirnya, Indonesia dan Malaysia kembali berdamai serta terhindar dari bentrok militer yang bisa merugikan kedua negara.

Ketika Soeharto menjabat presiden kedua, hingga lebih dari 30 tahun (1967-1998), Benny Moerdani terus dipercaya sebagai 'tangan kanan'.

Benny menangani masalah keamanan, hubungan diplomatik dengan negara lain, sekaligus pengawal presiden yang loyal dan setia.

Tapi meski menjadi seorang loyalis Soeharto, Benny ternyata seorang yang kritis dan berani memberi masukan serta teguran kepada presiden.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved