Breaking News:

Jadi Perlintasan Narkoba, Ditresnarkoba Polda Jambi Beberkan Peta Pintu Masuk Narkoba ke Jambi

Dirresnarkoba Polda Jambi, Kombes Pol Dewa Putu Gede Artha mengungkapkan, Provinsi Jambi menjadi perlintasan peredaran gelap narkoba.

KOMPAS.COM/HANDOUT
Ilustrasi Narkoba 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Direktorat Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Jambi, Kombes Pol Dewa Putu Gede Artha mengungkapkan, Provinsi Jambi menjadi perlintasan peredaran gelap narkoba untuk wilayah Pulau Sumatera.

Hal tersebut diungkapkan Dewa, pada program Talk Live Mojok Tribun Jambi, Jumat, (11/9) pukul 10.00 WIB.

Dari data yang dipaparkan oleh Dewa, wilayah Padang, Sumatera Barat, menjadi jalur darat, barang yang berasal dari Aceh, kemudian melintasi Sumatera Utara, Medan, masuk ke Padang melakui Jalan Raya Lintas Tengah, kemudian dipasok ke Jambi.

Untuk jalur masuk dari Lintas Timur, para pelaku akan melewati kawasan Aceh, Sumatera Utara, Riau dan masuk ke Jambi.

Sementara, untuk jalur pelabuhan, barang tersebut akan dipasok melalui dua pelabuhan yang ada di Provinsi Jambi, yakni Pelabuhan yang berada di Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat.

Kemunculan Investor dan Ancaman Konflik Bagi Petani Gaharu di Desa Olak Kemang

Lima Tahun Jadi Buron, Pelaku Perampokan di Tanjab Barat Ditangkap

Enam dari Tujuh Pelaku Perampokan Tauke Pinang di Tanjabbar Dibekuk Tim Petir Polres Tanjabbar

Dewa menambahkan, Palembang juga menjadi salah satu provinsi tetangga sebagai pemasok narkoba.

Meski bukan mejadi pintu untuk memasok narkoba, tidak jarang, Palembang menjadi pemasok, yang dikirim melalu jalur udara dari luar pulau Sumatera, yang kemudian kembali dikirim melalui Lubuk Linggau, Musi Rawas hingga masuk ke wilayah Sarolangun.

"Jadi sekarang ada modus baru, pengirimannya melalui paket, sehingga kita sedikit kesulitan untuk mengungkapnya," kata Dewa, Jumat (10/9) pukul 10.00 WIB.

Secara nasional, kata Dewa, untuk narkotika jenis sabu-sabu masih didominasi pengiriman dari luar negeri, yakni China, yang dikirim melalui jalur udara, yang kemudian dipasarkan ke Indonesia melalui perbatasan darat dan laut negara tetangga, termasuk Malaysia.

Sementara itu, untuk narkotika jenis pil ekstasi, dikirim dari wilayah Eropa, tepatnya negara Belanda.

Halaman
12
Penulis: Aryo Tondang
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved