Breaking News:

61 Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur di Jambi Banyak Dilakukan Orang-orang Terdekat Korban

PPA Ditreskrimum Polda Jambi mencatat, sepanjang 2020 terdapat 61 kasus tindak pidana pencabulan anak di bawah umur.

huffington post
Ilustrasi korban pencabulan 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Aryo Tondang

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Unit Pelayan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Jambi mencatat, sepanjang 2020 terdapat 61 kasus tindak pidana pencabulan anak di bawah umur.

Kasubdit IV, Ditreskrimum Polda Jambi, AKBP Iwan Sayuti Achmad menuturkan, data tersebut merupakan rangkuman dari Polda Jajarannya.

Ia menambahkan, Polres Sarolangun menjadi penyumbang tertinggi kasus pencabulan anak di bawah umur.

Perampokan di Kuala Betara, Tiga Orang Penghuni Rumah Terluka Kena Sabetan Senjata Tajam Perampok

Sosok Sebenarnya Dory Harsa Disorot, Suami Nella Kharisma Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Hanya Bayar Rp 50 Ribu, Anda Bisa Sepuasnya Keliling Kawasan Candi Muarojambi, Mau Mencoba?

Terhitung sejak Januari sampai dengan September Tahun 2020, Polres Sarolangun telah menangani 17 kasus pencabulan.

Kemudian disusul oleh Polres Tebo dengan 12 kasus dan Polres Bungo 9 kasus.

"Data dari Polda Jajaran, Polres Merangin terbanyak menangani kasus pencabulan dari antara 9 Polres/ta lainnya, termasuk Polda," kata Iwan, Jumat (11/9/2020) pagi.

Ilustrasi pencabulan
Ilustrasi pencabulan (pexels.com)

Dari sejumlah kasus yang ditangani, kata Iwan, tindakan pencabulan tersebut selalu dilakukan oleh orang terdekat dan lingkungan tempat tinggal anak yang menjadi korban pencabulan.

Iwan menambahkan, tidak jarang justru orang tua tiri yang menjadi pelaku pencabulan tersebut. Selain itu, teman sebaya turut menjadi pelaku perbuatan yang tidak terpuji tersebut.

Dandim 0419/Tanjab Ingatkan Masyarakat dan Peran Pasangan Cakada Dalam Penerapan Wajib Bermasker

Sempat Dibuat Emosi oleh Nella Kharisma, Inul Daratista Klarifikasi: Enggak Apa-apa, Cuma Mediasi

Sempat Nangis, Nia Ramadhani Diketawain Asistennya Gegara Takut Swab Tes, Istri Ardi Bakrie: Sana Lo

"Selalu dilakukan oleh orang terdekat, baik itu dari lingkungan sampai ayah tiri hingga teman sabaya para korban," paparnya.

Berkaca dari sejumlah kasus yang telah ditangani, Iwan mengungkapkan, pengaruh pergaulan lingkungan menjadi satu diantara faktor para pelaku ini nekat berbuat cabul.

Kata Iwan, anak-anak yang menjadi korban pencabulan, akan berdampak pada psikis korban, di mana rasa trauma membuat korban sulit untuk bergaul dan berbaur dilingkungan sekitar.

Peran penting dari orangtua dan keluarga menjadi faktor penting, untuk mengawasi kehidupan sehari-hari anak.

Pria Klaten Ini Jadi Komandan Polisi Gadungan, Rekrut Perempuan 18 Tahun Jadi Petugas BNN

Tata Cara dan Niat Bacaan Sholat Jumat Lengkap, Ada Terjemahan Sunnah Qobliyah dan Badiyah Disini

Meski Terlihat Kuno Kasur Kapuk Masih Ada Peminat, Ini Kelebihannya Dari Springbed

"Peran keluarga dan orangtua menjadi hal utama, untuk mengontrol kegiatan sehari-hari anak, tetap menjalin komunikasi dengan anak," pungkasnya.

Penulis: Aryo Tondang
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved