Berita Internasional
Sangarnya Vietnam, Meski Militernya Jauh di Bawah Indonesia, Namun Berani Menentang China di LCS
Sangarnya Vietnam, Meski Militernya Jauh di Bawah Indonesia, Namun Berani Menentang China di LCS
Setelah Den Haag memutuskan mendukung Filipina pada 2016, Duterte dikritik karena gagal menegakkan keputusan saat ia mengejar bantuan Tiongkok dan kesepakatan investasi.
"Saya tidak mengharapkan Manila untuk mengambil tindakan drastis terhadap Beijing kecuali jika PLA secara fisik mengambil alih pulau-pulau yang diduduki Filipina," kata Anna Patricia Saberon, anggota fakultas di Universitas Ateneo de Naga.
"Kepemimpinan Filipina tampak pro-China dan itu akan berlanjut sampai masa jabatan Dutere berakhir."
Demikian pula, Malaysia yang mengalami langsung ancaman terselubung China bahwa eksplorasi energi tidak boleh terjadi tanpa partisipasi China, justru memberi respons terukur.
Ketika kehadiran kapal survei China di lokasi aktivitas West Capella menjadi isu internasional, akhirnya AS dan Australia mengerahkan kapal perangnya ke wilayah tersebut,
Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein justru memperingatkan "kesalahan perhitungan" yang dapat mempengaruhi stabilitas dan perdamaian di wilayah tersebut.
• VIDEO Denda Aturan Wajib Masker Akan Diberlakukan Lagi di Kota Jambi
• Pasangan RR Resmi dan Pertama Mendaftar, Romi Hariyanto: Jangan Anggap Remeh
• Politik Jambi Lagi Hangat, Kapolda Jambi Minta Anggota Cermat Lihat Perkembangan Politik
Dalam sambutan resmi pertamanya tentang pertikaian itu, dia mengatakan Malaysia berkomitmen untuk melindungi kepentingannya dan mempertahankan "komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan" dengan semua pihak terkait, termasuk China dan AS.
Malaysia telah bergerak untuk menunjukkan kepentingan teritorialnya, tahun lalu mengklaim landas kontinen diperpanjang di bagian utara Laut Cina Selatan yang ditentang Beijing.
Indonesia, yang bukan negara penuntut tetapi mempertahankan zona ekonomi eksklusif di Kepulauan Natuna di tepi Laut China Selatan, telah menantang upaya China untuk menangkap ikan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Saat Main Biliar Tegur Presiden Soeharto Perihal Bisnis Keluarga Cendana hingga Jabatannya sebagai Panglima ABRI Dicabut, Benny Moerdani: 'Saya Tidak Pernah Kehilangan Kesetiaan Padanya!'
Awal tahun ini, Indonesia memprotes kapal penjaga pantai Tiongkok yang mengawal kapal nelayan Tiongkok di ZEE Natuna hingga mengerahkan jet tempur dan kapal perang untuk patroli.
China Akan Makin Berani
Para kritikus mengatakan keraguan ASEAN akan mengambil satu kesepakatan menyikapi ketegangan di Laut China Selatan yang sudah berlangsung menahun.
Situasi ini bakal dimanfaatkan China dengan semakin memberani berbuat lebih banyak untuk mempertaruhkan "hak historis" -nya di Laut China Selatan.
Ini terutama karena pembicaraan untuk menyelesaikan kode etik di perairan yang disengketakan kembali tertunda karena pandemi Covid-19.