Berita Internsional

Taiwan Jor-joran Rombak Militernya Agar Bisa Sendiri Hadapi Invasi China, Jaga-jaga Dicampakkan AS

Taiwan Jor-joran Rombak Militernya Agar Bisa Sendiri Hadapi Invasi China, Jaga-jaga Dicampakkan AS

Editor: Andreas Eko Prasetyo
New York Times
China 

TRIBUNJAMBI.COM - Sudah ancang-ancang bila tidak diperhatikan Amerika Serikat, Taiwan memperkuat angkatan militer bila sewaktu-waktu China menyerang. 

Ya Taiwan mengambil langkah-langkah untuk memperkuat angkatan bersenjatanya demi mencegah dan mengalahkan invasi dari China tanpa bantuan Amerika Serikat (AS).

Pada bulan lalu, ribuan tentara berkumpul di pantai di Taiwan sebagai puncak dari latihan selama lima hari yang dimaksudkan untuk menunjukkan bagaimana militer pulau itu akan mengusir invasi dari China.

Jet, helikopter, artileri, dan baterai rudal menembakkan amunisi aktif ke sasaran di lepas pantai, mengirimkan semburan laut ke udara.

Beberapa jam kemudian, sebuah helikopter militer yang ikut serta dalam latihan, jatuh di sebuah lapangan udara yang jauh di pantai, menewaskan dua pilot dan membayangi unjuk kekuatan.

Alami Gejala Keracunan, Penawarnya Ada di 7 Bahan Makanan Ini, Mudah Ditemukan di Dapur

India Disebut Akan Balas Dendam dan Bergabung dengan AS Untuk Melawan China, Bakal Kepung Tiongkok?

Betapa Kagetnya Wanita Ini Langsung Lemas, Temukan Suami dan Tiga Anak Perempuan di Rumah

Viral, Bertengkar di Dalam Mobil di Tengah Jalan, Suami Tendang Istri Sampai Jatuh ke Aspal

Melansir New York Times, Senin (31/8/2020), agresi China yang meningkat di seluruh Asia dalam beberapa bulan terakhir telah menciptakan kekhawatiran bahwa China mungkin bakal melakukan tindakan yang kurang ajar di Taiwan, Laut China Selatan, atau di tempat lain.

Tindakan keras Partai Komunis yang berkuasa baru-baru ini terhadap perbedaan pendapat dan aktivisme di Hong Kong, bekas koloni Inggris yang telah lama menjadi benteng nilai-nilai demokrasi, telah menambah kekhawatiran tersebut.

Sikap Beijing telah memaksa Taiwan, sebuah pulau berpenduduk 24 juta, untuk memeriksa kembali dengan urgensi baru apakah ia siap untuk konfrontasi yang kemungkinannya sekarang tampak tidak terlalu jauh.

Namun bisakah Taiwan menyelamatkan rakyatnya, menghadapi China tanpa bantuan Amerika?

Ungkap Raffi Ahmad yang Pernah Dekati Ibunya, Cinta Laura: Mbak Yuni Shara dan Mami Aku Agak Mirip

Gubernur Sampaikan Nota Pengantar Perubahan APBD 2020 dan 5 Ranperda

Kapolda Jambi Sidak dan Pengecekan Pos Penyekatan Covid 19 di Perbatasan Kota Jambi dan Muaro Jambi

"Saya harus jujur: militer Taiwan perlu banyak berkembang," kata Wang Ting-yu, anggota komite urusan luar negeri dan pertahanan Parlemen, dalam sebuah wawancara telepon.

Kecelakaan bulan lalu adalah yang terbaru dari serangkaian kecelakaan mematikan, termasuk satu kecelakaan di bulan Januari yang menewaskan komandan tertinggi militer mereka.

Para pemimpin Taiwan telah bergerak untuk mengguncang militer dan meningkatkan pengeluaran.

Ketegangan militer di seluruh Selat Taiwan telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir karena Taiwan semakin menjadi titik fokus dalam konfrontasi antara China dan Amerika Serikat.

Raegen PCR Swab di Jambi Habis, Dinkes Terpaksa Pinjam Ke Labkesda dan Perusahaan

Selamat Hari Polwan, Ini Kisah Polwan Cantik Menyamar Jadi Perempuan Malam, Keren

Minggu lalu, Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok mengadakan putaran baru latihan tembak-menembak.

Jadwal pelatihan terkonsentrasi dengan tak biasa, dimana berita melaporkan hal itu diarahkan ke Taiwan dan Amerika Serikat.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved