Alami Gejala Keracunan, Penawarnya Ada di 7 Bahan Makanan Ini, Mudah Ditemukan di Dapur
Gejala seperti diare, kembung atau muntah mulai dalam beberapa jam. Gejala keracunan makanan bisa ringan atau serius.
TRIBUNJAMBI.COM - Keracunan makanan bisa terjadi pada siapa saja.
Di negara dengan kelembapan tinggi seperti Indonesia, bukan tak mungkin bakteri tumbuh subur dalam berbagai makanan yang tidak disiapkan dan dimasak dengan benar.
Selain bakteri, parasit dan virus juga kerap menjadi penyebabnya.
Konsumsi air yang terkontaminasi atau makanan yang mengandung bakteri penyebab infeksi, virus, parasit atau toksinnya.
Gejala seperti diare, kembung atau muntah mulai dalam beberapa jam. Gejala keracunan makanan bisa ringan atau serius.
Jika tak sengaja mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, lalu muncul tanda-tanda, seperti kram perut, diare, mual-muntah, hilang nafsu makan dan sakit kepala, Anda kemungkinan sedang keracunan.
Akan tetapi, jangan panik karena obat keracunan makanan bisa didapatkan dengan mudah di apotek.
• Padahal Spesifikasi Mesin Sama, Valentino Rossi Iri Top Speed Yamaha Lebih Lemah daripada Suzuki?
• Polda Jambi Terima Bantuan Pemadam Kebakaran Portable dari Pengusaha Perkebunan
• Gubernur Sampaikan Nota Pengantar Perubahan APBD 2020 dan 5 Ranperda
Bahkan bahan-bahan yang biasa ada di rumah pun dapat menjadi penawar keracunan makanan yang ampuh.
Melansir dari Boldsky, Senin (31/8/2020) tujuh bahan ini dapat membantu mengendurkan perut dan membuang racun.
Berikut makanan yang harus dimakan saat Anda mengalami keracunan makanan atau gejala keracunan makanan ringan:
• Viral, Bertengkar di Dalam Mobil di Tengah Jalan, Suami Tendang Istri Sampai Jatuh ke Aspal
1. Air Kelapa
Air kelapa adalah larutan rehidrasi yang sangat baik karena berfungsi menggantikan elektrolit yang hilang.
Gejala keracunan pertama umumnya muntah atau diare yang mengakibatkan kehilangan cairan dan elektrolit.
Air kelapa membantu menjaga / mengisi kembali tingkat cairan dan menenangkan perut.
Asam laurat dalam air kelapa juga dapat membantu membunuh patogen bawaan makanan yang berbahaya.