Breaking News:

Raegen PCR Swab di Jambi Habis, Dinkes Terpaksa Pinjam Ke Labkesda dan Perusahaan

Raegen alat swab PCR Covid-19 milik tim gugus tugas Covid-19 Provinsi di Laboratorium BPOM Jambi sempat habis.

Tribunjambi/Zulkifli
Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Reflizar. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Raegen alat swab PCR Covid-19 milik tim gugus tugas Covid-19 Provinsi di Laboratorium BPOM Jambi sempat habis. Pihak Dinas Kesehatan terpaksa meminjam raegen kepada pihak perusahaan penyedia dan milik Labkesda Provinsi Jambi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Rafrizal mengatakan, awalnya Dinkes memiliki stok raegen 4.800 unit. Namun sebagian diberikan ke rumah sakit umum daerah Raden Mattaher dan sebagian di BPOM Jambi.

"Sekitar 2.400 diberikan ke BPOM dan semuanya habis," ujarnya.

Selain itu kata Rafrizal, awalnya PCR swab di BPOM akan menggunakan raegen milik Pemkot Jambi bantuan dari Singapura. Namun setelah dicoba ternyata alatnya tidak cocok.

Fadhil Arief Pamit, Ini yang Dikatakan Bupati Masnah hingga Buat Matanya Merah Menahan Tangis

VIDEO  Penjelasan Komnas Perlindungan Anak Soal Pakai Kata Anjay Bisa Dipenjara

"Sempat macet, Alhamdulillah ada yang mau bantu, untuk sementara cukup. Kalau tidak ada, kita berencana mengirim lagi sampel swab ke Jakarta atau Palembang," sebutnya.

Di samping itu, kata Kadinkes hingga saat ini sudah sebanyak 1.700an sampel spesimen swab yang dikirim ke BPOM Jambi untuk diuji.

Terkiat pasokan sampel swab dari daerah, dari Dinas Kesehatan Jambi ada seksi surpelen yang turun ke Kabupaten Kota. "Karena kita juga melatih tim di Kabupaten Kota, kabupaten kota juga bisa mengambil sampel sendiri," ujarnya.

Angka sampel swab yang diperiksa di Jambi masih terbilang rendah dibanding daerah Provinsi lain. Menyikapi hal itu, Reprizal menyebut akan diupayakan penambahanan alat PCR yang akan ditempatkan di Labkesda. "Di Labkesda saya merencanakan kapasitas lebih besar lagi dibanding BPOM," ujarnya.

Alat PCR di BPOM Jambi menurut Reprizal kapasitasnya kecil hanya 80 sampel perhari, sedangkan sampel yang masuk sebanyak 100-150 per hari, sehingga terjadi antrean.

"Dengan adanya penambahan ini mudah-mudahan pemerilsaan bisa semakin cepat," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved