Minggu, 17 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kisah Berdarah Kala Kopassus Melawan Tropaz, Saat Ingin Kuasai Dili

Perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat berjuang menahan lepasnya Timor Timur (kini Timor Leste) dari Indonesia ternyata menghadapi banyak ri

Tayang:
Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Angkasa
Dibekali teknik bunuh senyap, kisah tim halilintar Kopassus bungkam para pemberontak hanya bersenjatakan pisau 

Sehingga penampilan mereka pun bervariasi, dengan rambut gondrong dan pakaian seadanya, terkadang membuat orang awam susah membedakannya dengan anggota pemberontak bila terjadi sebuah konflik.

Semisalnya saat konflik lepasnya Timor Timur (Timor Leste) dari tangan Indonesia.

tribunnews
Pasukan Fretelin (Kumpulan Sejarah Dunia Terlengkap) 

Pasukan pemberontak yang bernama Fretilin, sangat identik dengan rambut gondrong dan dan pakaian seadanya.

Hal itu pun dilakukan oleh pihak TNI demi mampu menyusup dan menyatu dalam badan pemberontak itu.

Seperti dikutip TribunJambi.com dari Garda Nasional, seorang Sersan Mayor bernama Mursihadi, seorang pensiunan TNI dari Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Korem 074 Warasratama, Surakarta, mengalami kisah tersebut saat bertugas di Timor-Timur, pada awal Operasi Seroja, 1975.

Seperti kebanyakan anggota TNI lainnya, Mursihadi juga berambut gondrong.

Suatu hari dirinya mendapat tugas untuk mencari tambahan makanan.

Ia kemudian masuk hutan sekadar mencari dedaunan atau berburu binatang, untuk dapat diambil dagingnya.

Saat asik mencari dan berburu, tiba-tiba muncul seseorang berpenampilan serupa, gondrong dan menenteng senjata.

 

Begitu lama Mursihadi mengamati orang tersebut. Setelah sekian lama ia amati, dirinya baru tersadar bahwa ternyata orang tersebut bukanlah rekannya.

Seseorang dengan tampilan sama persis tersebut merupakan anggota Fretilin, yang diduga sedang mencari bahan makanan juga.

Dengan sigap, tak ingin ditembak duluan, Mursihadi kemudian berhasil menembak mati Si Fretilin gondrong dalam kontak tembak yang berlangsung singkat.

tribunnews
Tak ingin ditembak duluan, Mursihadi kemudian berhasil menembak mati Si Fretilin gondrong dalam kontak tembak yang berlangsung singkat (Garda Nasional)

Lain halnya jika anggota Fretilin yang berpenampilan gondrong menyamar sebagai prajurit TNI.

Hal tersebut dapat berakibat fatal. Seperti kasus penghadangan truk yang berisi polisi yang mengamankan Pemilihan Umum 1997 di daerah Sektor Timur.

Truk yang sedang melintasi perbukitan di Kecamatan Quelicai, tiba-tiba dihentikan seseorang yang berpakaian loreng TNI. Sopir yang terkejut langsung menginjak rem.

Mendadak orang yang disangka teman tersebut melemparkan granat, tepat di bagian bak truk yang berisi pasukan serta persediaan bensin.

Akibatnya truk meledak hebat, kobaran api segera melahap truk seisinya.

Selain truk terbakar dan hancur sangat parah, seluruh penumpangnya juga tewas terpanggang.

Karena itu dikemudian hari muncul anjuran, agar tiap anggota TNI harus selalu merapikan penampilan.

DEBAT Seru Rocky Gerung dan Staf Kominfo, Bawa-bawa Nama UAS, Haikal Hassan, Sindir Gelar Profesor

VIDEO #VLOG TripON - Jelajahi Destinasi Wisata Alam Kecamatan Batang Asai

Atasi Kecemasan yang Kerap Ganggu Tidur Malam Dengan Metode Ini

Karena perbedaan yang terlalu tipis antara anggota Fretilin dan anggota TNI dapat berakibat fatal.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved