Kisah Berdarah Kala Kopassus Melawan Tropaz, Saat Ingin Kuasai Dili
Perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat berjuang menahan lepasnya Timor Timur (kini Timor Leste) dari Indonesia ternyata menghadapi banyak ri
TRIBUNJAMBI.COM - Pasukan pemberontak yang sungguh kuat dan disebut sebagai tentara didikan pasukan Portugis harus dihadapi TNI kala itu.
Perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat berjuang menahan lepasnya Timor Timur (kini Timor Leste) dari Indonesia ternyata menghadapi banyak rintangan.
Kal itu pasukan didikan Portugis tersebut dinamai Tropaz.
Tropaz adalah pasukan Timor Leste didikan Portugis yang kenyang dengan pengalaman tempur gerilya.
Mereka ternyata sudah kenyang dengan banyak gemblengan, sehingga bisa menghadapi TNI yang terkenal dengan strategi gerilyanya juga.
Tidak hanya anggota TNI biasa, Kopassus yang saat itu masih bernama Kopassandha juga menghadapi pasukan Tropaz tersebut.
Mereka diterjunkan untuk menumpas pemberontakan di daerah jajahan Portugis seperti Angola dan Mozambik.
Pasukan Tropaz juga memiliki kemampuan menembak yang sangat baik.
7 Desember 1975, TNI menggelar operasi lintas udara terbesar untuk menguasai Kota Dili, Timor Portugal.
Jumlah pasukan yang diterjunkan 270 orang Prajurit Para Komando dari Grup I Kopasandha (kini Kopassus TNI AD) dan 285 prajurit Yonif 501.
Banyak kelemahan dari operasi penyerbuan itu.
Antara lain data intelijen yang salah.
Disebutkan musuh yang menjaga Kota Dili hanya sekelas dengan Hansip. Ini salah besar.
Demikian ditulis dalam buku Hari H 7 Desember 1975, Reuni 40 Tahun Operasi Lintas Udara di Dili, Timor Portugis yang disunting Atmadji Sumarkidjo dan diterbitkan Kata.
Pasukan TNI sudah ditembaki sejak masih melayang di udara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/dibekali-teknik-bunuh-senyap-kisah-tim-halilintar-kopassus-bungkam-para-pemberontak.jpg)