Terungkap Temuan Aneh di Taman Nasional Grand Canyon 2016 Lalu, Ternyata Jejak Hewan 313 Juta Tahun
Terungkap Temuan Aneh di Taman Nasional Grand Canyon 2016 Lalu, Ternyata Jejak Hewan 313 Juta Tahun
TRIBUNJAMBI.COM - Pada tahun 2016 lalu, tim pendaki menemukan sesuatu yang aneh di Taman Nasional Grand Canyon.
Akhirnya kini para ilmuwan berhasil menganalisis bahwa temuan aneh tersebut adalah jejak kaki purba berusia 313 juta tahun. Temuan ini mewakili jejak kaki tertua yang pernah ditemukan.
"Ini adalah jejak vertebrata tertua di Grand Canyon, yang dikenal dengan jejak fosil yang melimpah," sebut ahli paleontologi Stephen Rowland dari University of Nevada Las Vegas.
Dalam catatannya, Tim Rowland menyebut temuan jejak kaki hewan bertelur bercangkang, seperti reptil, dan bukti paling awal dari hewan vertebrata yang berjalan di bukit pasir.
• Serigala Purba Ditemukan di Siberia, Rusia, Diperkirakan Berusia 40 Ribu Tahun dan Dari Zaman Es
• Ilmu Mistis Kopassus yang Ditakuti Satuan Elite Asing, Bisa Tembak Musuh 300 Meter Tanpa Teropong
Menemukan fosil jejak kaki ini di jalur pendakian merupakan suatu kebetulan yang sangat langka. Tim menemukannya di jalan setapak yang disebut Bright Angel Trail, di sisi sebuah batu besar dekat tebing.
Berdasarkan stratigrafi, studi tentang sejarah, komposisi dan umur perlapisan tanah atau batuan yang menjelaskan sejarah Bumi, lapisan batuan kuno itu terbentuk sekitar 315 juta tahun yang lalu.
Dengan kata lain, jika tebing itu tidak pernah runtuh, batu besar itu tidak akan pernah ditemukan oleh para pendaki.
Dan pada akhirnya, tanda-tanda kuno itu mungkin luput dari perhatian untuk selama-lamanya.
• Jadwal Lengkap Piala Thomas dan Uber Cup 2020 Dipastikan Dilaksanakan Tanpa Penonton?
• TERUNGKAP! Inikah Isi Surat Lionel Messi Untuk Barcelona yang Minta Hengkang Musim Panas Nanti?
Namun, berkat peristiwa kebetulan ini, para peneliti kini memiliki kesempatan untuk menganalisis jalur yang sangat tua ini, dan belajar sedikit tentang jenis hewan yang meninggalkan jejaknya ketika permukaan berbatu ini masih berupa lereng bukit pasir.
Di seberang bukit pasir, dua jejak terpisah dapat dilihat, ditinggalkan oleh amniota basal spesimen paling awal dari vertebrata tetrapoda (berkaki empat).
Hewan ini mungkin bisa menjelaskan pangkal pohon evolusi reptil.

Set trek pertama mengungkapkan pola jejak kaki yang khas dan melayang ke samping, ditafsirkan sebagai pembuat jejak yang menggunakan apa yang disebut gaya berjalan urutan lateral, saat menaiki lereng bukit pasir secara diagonal.
Dilansir Science Alert, Selasa (25/08/2020), setidaknya ada kesamaan cara berjalan yang menjadi informasi baru bagi peneliti.
Dalam gerakan semacam ini, dua kaki di salah satu sisi hewan bergerak lebih dulu sebelum kaki di sisi lain melakukan hal yang sama.
Sebagai contoh, kaki depan dan kaki belakang sebelah kiri melangkah terlebih dulu baru disusul kaki depan dan belakang sebelah kanan.
• Ini Umpatan Kasar Soekarno Kala Ngamuk di Gedung Putih Karena Kesal dengan Presiden Amerika Serikat
• Begini Pecahan Keramik Zaman Dinasti Tang Hingga Senjata Kompeni yang Ditemukan Warga Rantau Rasau