Mengenang Detik-detik Proklamasi 17 Agustus 1945, Didahului Bunyi Sirine dan Dentuman Meriam 17 Kali
Hari Ini, Negara Indonesia memperingati Kemerdekaan yang ke 75. Meski ditengah pandemi covid-19, upacara peringatan HUT ke 75 Republik Indonesia teta
TRIBUNJAMBI.COM - Hari Ini, Negara Indonesia memperingati Kemerdekaan yang ke 75.
• Ingat Kiki Fatmala? Lama Tak Muncul, Artis Terkenal Bom Seks Ini Unggah Foto Muka Keriput, Kenapa?
• Jedar Makan Hati Ditinggal Pergi, Richard Kyle Malah Santai Saat Ditanya Bakal Balikan Atau Tidak
• Suami Terkecoh Selama 4 Tahun, Ternyata Sang Istri Miliki Penyakit Mematikan Ini, Hingga Tertular
Meski ditengah pandemi covid-19, upacara peringatan HUT ke 75 Republik Indonesia tetap berlangsung di Istana Negara.
Detik-detik proklamasi 17 Agustus 1945 sendiri didahului dengan beberapa peristiwa penting.
Beberapa hari menjelang proklamasi terjadi peristiwa Rengasdengklok yang ditandai menyerahnya Jepang kepada Sekutu, hingga penyusunan naskah proklamasi.
Jepang lumpuh karena hantaman bom atom pada 9 Agustus 1945 di Kota Nagasaki. Mereka menyerah kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945.
Awalnya, kemerdekaan Indonesia akan dihadiahkan oleh Jepang dengan dibentuknya Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
• Puan Maharani Kenakan Pakaian Adat Jambi Pakai Tekuluk Saat Hadir di Istana Kemerdekaan Ikut Upacara
• Toko Kue dan Karaoke Bangkrut, Ayu Ting Ting Ganti Haluan Buka Warung Kopi
• Wali Kota Risma Pamit, Minta Maaf ke Warga Surabaya, Cerita Sempat Tolak Tawaran Menteri Dari Jokowi
Ir. Soekarno juga sudah memiliki pandangan sendiri akan memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Akan tetapi, dengan menyerahnya Jepang kepada Sekutu membuat sekelompok orang ingin kemerdekaan Indonesia disegerakan tanpa menunggu keputusan Jepang.
Hal itu menimbulkan perbedaan pendapat antara golongan tua dengan golongan muda yang terdiri atas beberapa perkumpulan.
Golongan muda ingin kemerdekaan segera diproklamasikan. Sebaliknya, golongan tua tidak sepakat karena tidak ingin ada pertumpahan darah, mengingat anggota pasukan Jepang di Indonesia masih banyak.
• Niat Pakai Momen Romantis Saat Lamar Pacarnya dengan 100 Lilin, Apartemen Pria Ini Malah Kebakaran
• Siswi Berusia 10 Tahun Bawa Bayi ke Sekolah, Ayahnya Dipenjara dan Ibunya Imigran Ilegal
• Ini Profil Indrian, Putri Dari Aceh Yang Terpilih Sebagai Pembawa Baki Bendera Merah Putih
• KABAR BAIK dan Paling Ditunggu, Bantuan Untuk Karyawan Swasta Rp 2,4 Juta Cair 25 Agustus Mendatang
Hal tersebut berlanjut pada penculikan Soekarno dan Mohammad Hatta oleh sekelompok pemuda.
Soekarno-Hatta diculik pada 16 Agustus 1945 dan dibawa ke Rengasdengklok, sebuah kota kecil dekat Karawang.
Tetap pilih 17 Agustus 1945
Dalam penculikan itu, Soekarno didesak para pemuda. Namun, Soekarno tetap berpegang teguh untuk melaksanakan rencana proklamasi pada 17 Agustus 1945.
Menurut Soekarno, angka 17 adalah angka yang suci. Saat itu, Agustus merupakan bulan suci Ramadhan.
Selain itu, 17 Agustus 1945 bertepatan dengan hari Jumat yang dipercaya sebagai hari suci.
Sementara itu, di Jakarta, Achmad Soebardjo dari golongan tua dan Wikana dari golongan muda membicarakan kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan di Jakarta.
Akhirnya, mereka bersepakat Soekarno dan Hatta dijemput untuk kembali ke Jakarta, dengan jaminan proklamasi kemerdekaan akan diumumkan pada 17 Agustus 1945.
Rombongan Soekarno dan Hatta tiba di Jakarta pada pukul 23.00 WIB, 16 Agustus 1945.
Perumusan teks proklamasi dilakukan di ruang makan kediaman Laksamana Muda Maeda Tadashi. Teks dirumuskan bersama oleh Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebardjo.
Kalimat pertama proklamasi merupakan saran dari Achmad Soebardjo. Sedangkan kalimat terakhir disempurnakan oleh Mohammad Hatta.
Bagi Hatta, kalimat pertama merupakan pernyataan dari kemauan bangsa Indonesia dalam menentukan nasibnya.
Pada 17 Agustus 1945 pukul 04.00 WIB, Soekarno membuka pertemuan dini hari dan naskah proklamasi kemudian diketik oleh Sajuti Melik. Setelah jadi, Soekarno dan Hatta langsung menandatangani teks tersebut.
Detik-detik proklamasi 1945
Pada pukul 05.00 WIB, para pemimpin bangsa dan tokoh pemuda keluar dari rumah Laksamana Maeda.
Mereka telah sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia di rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta pada pukul 10.00 WIB (atau Waktu Jawa menurut versi lain).
Mohammad Hatta berpesan kepada para pemuda yang bekerja sebagai pekerja pers dan di kantor berita untuk memperbanyak naskah proklamasi dan menyebarkannya ke seluruh dunia.
Bendera yang dijahit dengan tangan Fatmawati Soekarno sudah disiapkan. Bentuk dan ukuran bendera itu tidak standar karena kainnya berukuran tidak sempurna.
Sementara itu, rakyat yang telah mengetahui akan dilaksanakan Proklamasi Kemerdekaan telah berkumpul.
Tepat pukul 10.00 WIB Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia membacakan Proklamasi Kemerdekaan RI.
Dalam perjalanan waktu, ada pembahasan soal waktu pembacaan proklamasi.
Mengutip Harian Kompas, 15 Agustus 1977, pada saat proklamasi kemerdekaan, Indonesia masih menggunakan Waktu Jawa, Waktu Sumatera Utara, Waktu Indonesia Timur, dan sebagainya.
Saat itu, pukul 10.00 pagi yang dimaksud adalah Waktu Jawa.
Indonesia baru menggunakan Waktu Indonesia Barat (WIB) sejak 1 Januari 1971. Sehingga, ada dugaan detik-detik proklamasi bergeser 30 menit atau sekitar 09.30 WIB.
Kemudian, pada 31 Oktober 1981, diadakan ekspose detik-detik proklamasi 17 Agustus 1945 di Ruang Data Museum Pusat ABRI Satriamandala, Jakarta.
Di sana, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) membantu menetapkan secara ilmiah kapan tepatnya proklamasi dilakukan.
Diberitakan Harian Kompas, 15 Mei 1983, berbagai pihak ikut serta mulai dari ABRI, anggota pusjarah, wakil dari Sekretariat Negara, dan para saksi utama proklamasi.
BMG memperhitungkan waktu proklamasi dengan bayangan matahari yang terdapat pada foto pengibaran Sang Saka Merah Putih.
Dari eksperimen yang dilakukan BMG tersebut, disimpulkan bahwa foto pengibaran bendera 17 Agustus 1945 dibuat antara pukul 09.53 hingga 10.10 WIB.
Jadi, diperkirakan pada 10.10 WIB bendera sudah sampai di puncak.
Berdasarkan kesimpulan BMG tersebut, perayaan detik-detik proklamasi pada 17 Agustus pada 1982 tidak berubah dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu pukul 10.03 WIB.
Detik-detik proklamasi adalah saat pembacaan naskah proklamasi yang asli. Sebelumnya didahului oleh bunyi sirine dan dentuman meriam 17 kali.
Peringatan HUT ke-75 RI
Upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI tahun ini akan diadakan di Istana Merdeka, Jakarta.
Melansir laman Setneg tentang Pedoman Peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020, upacara akan dilaksanakan secara sederhana, khidmat, sangat minimalis, dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Upacara di tingkat pusat akan dimulai pada pukul 10.00 WIB. Sementara itu, di tingkat daerah, upacara dimulai pukul 07.00 WIB.
Komposisi petugas upacara di Istana Merdeka Jakarta disederhanakan menjadi:
Komandan upacara sebanyak 1 orang
Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sebanyak 3 orang berasal dari cadangan Paskibraka Tahun 2019
Pasukan upacara sebanyak 20 orang berasal dari TNI/Polri
Korps musik sebanyak 24 orang
MC sebanyak 2 orang
Pasukan pelaksana Tembakan Kehormatan saat Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI sebanyak 17 orang berasal dari TNI.
Selain itu, hal yang berbeda dari detik-detik proklamasi tahun ini adalah dikumandangkannya lagu Indonesia Raya secara serentak oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Masyarakat diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya pada 17 Agustus 2020 pukul 10.17 WIB sampai dengan 10.20 WIB (selama 3 menit).
Artikel ini telah terbit di KOMPAS.com dengan judul Hari Ini dalam Sejarah: Mengenang Detik-detik Proklamasi 17 Agustus 1945