Breaking News:

Hadirnya Orang Ketiga, Jadi Penyebab Putri Mantan Wakapolda Bangka Belitung Jadi Korban KDRT

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT() yang dialmai Putri mantan Wakapolda Bangka Belitung berlanjut ke pengadilan.

Bangka Pos
Suasana sidang saksi dengan perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Rabu (12/08/2020) 

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT() yang dialmai Putri mantan Wakapolda Bangka Belitung berlanjut ke pengadilan.

Putri mantan Wakapolda Bangka Belitung menangis saat menjalani sidang. Dia menjadi korban KDRT yang dilakukan oleh oknum perwira polisi

Marlin Aprilinda (34) tak kuasa menahan tangis saat menjadi saksi sekaligus korban pada sidang kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa Fere Hidayat (35), Rabu (12/8/2020).

Penahanan Lima Tersangka Kontraktor Fiktif Kasus Waskita Karya Diperpanjang 40 Hari

Pesan Jerinx Sebelum Ditahan di Polda Bali, Semoga Tak Ada Ibu-ibu Korban Kewajiban Rapid Test

Rekam Jejak Kasus Pinangki, Dicopot dan Ditahan Karena Diduga Terima Suap Dari Djoko Tjandra

Agenda sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang itu adalah mendengarkan keterangan para saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Marlin diketahui adalah putri mantan Wakapolda Bangka Belitung Brigjen (Pol) Djoko Erwanto yang kini menjabat sebagai Pati Itwasum Polri.

Ilustrasi
Ilustrasi (pixabay.com)

Sementara Fere Hidayat korban adalah oknum perwira polisi yang bertugas di Polda Bangka Belitung.

Dalam keterangannya, Marlin mengatakan, awal mula permasalahan di keluarganya yang sudah dibangun sejak 2010 dan sudah dikaruniai tiga orang anak ini adalah karena hadirnya orang ketiga.

Rekam Jejak Kasus Pinangki, Dicopot dan Ditahan Karena Diduga Terima Suap Dari Djoko Tjandra

Gibran Tak Terima Bakal Lawan Kotong Kosong di Pilkada Solo, Siapapun Lawannya Kami Siap Bertempur

Ramalan Kesehatan Zodiak Kamis (13/8) - Gemini Perbanyak Berjemur, Taurus Jangan Makan Terlalu Larut

"Penyebab pertengkaran ada orang ketiga, saya tahu sikap dan perilaku dia berbeda dan dia suka marah dan bohong. Orang ketiga ini saya pernah ketemu, saya juga punya bukti CCTV mereka di hotel," ujar saksi Marlin seraya meneteskan air mata.

Marlin mengaku mengalami berbagai bentuk penganiayaan, baik secara fisik atau psikis.

Ilustrasi penganiayaan dan pemukulan
Ilustrasi penganiayaan dan pemukulan ((Kompas.com/ERICSSEN))

"Kalau kekerasan psikis dia ada nodongkan senjata ke saya, dia nodong itu di kamar jadi secara psikis saya kena. Lalu Agustus 2019 di dalam mobil dia ada mukul, selain itu ada juga bertengkar karena foto-foto lalu dia juga menjambak rambut dan mencekik leher saya," lanjutnya.

Halaman
12
Editor: rahimin
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved