Rabu, 22 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Maria Masuk Perangkap Perdagangan Manusia Bermodus 'Lowongan Kerja' di Medan,

Seorang warga NTT menjadi korban perdagangan manusia dengan modus lowongan kerja di Medan, di keluarga dokter. Kerja jam 2 subuh baru istirahat.

Editor: Duanto AS
ISTIMEWA
Pastor Polce Halek berbincang dengan warga NTT korban perdagangan manusia. 

Seorang warga NTT menjadi korban perdagangan manusia dengan modus lowongan kerja di Medan, di keluarga dokter. Kerja jam 2 subuh baru istirahat.

TRIBUNJAMBI.COM - Aktivitas perdagangan manusia bermodus "lowongan kerja" menelan korban.

Seorang warga NTT (Nusa Tenggara Timur) menjadi korban perdagangan manusia dengan modus lowongan kerja di Medan.

Masyarakat utamanya para pencari kerja harus berhati-hati dan waspada terhadap tindak kejahatan perdagangan manusia dengan modus “Lowongan Kerja”. 

"Mereka atau para pencari kerja itu terperangkap dalam jaringan perdagangan manusia," tutur Pastor Paul Halek SSCC, Wakil Rektor Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Bonaventura Delitua, Medan, Sumatera Utara, dalam keterangannya di Medan, Senin (14/10/2024). 

Pastor Polce, sapaan akrabnya, menjelaskan awal korban terjerat dalam tindak kejahatan perdagangan manusia.

Biasanya ada orang yang menawarkan lowongan pekerjaan di Medan lewat media sosial Facebook.

Menurutnya, para penjahat tersebut sudah memiliki jaringan yang sangat teratur dan terstruktur dari tenaga di lapangan.

Mereka menjemput calon tenaga kerja dari rumahnya, sampai mengantarnya ke rumah majikan, tempat kerja.

Maria, pencari kerja asal Kapan, Nusa Tenggara Timur (NTT), kepada Pastor Polce mengungkapkan awalnya mendapat informasi bahwa ada lowongan kerja di Medan. 

“Dia pun ikut tergiur dengan tawaran ini. Akhirnya, bersama ketiga teman lain atau berempat mereka mendaftar dan diberangkatkan ke Medan lewat agen kerja yang mengaku ‘agen resmi’,” papar Pastor Polce.

Menurut Maria, ada seseorang yang menjemput mereka di kampung dan mengantar mereka sampai di Bandara Kupang. 

Pada 31 Agustus 2024 pagi, mereka berangkat dari Kupang dan mendarat di Bandara Kualanamu, Medan, pukul 14.00 WIB siang.

Saat tiba di Medan, lanjut Pastor Polce, ada petugas yang sudah menunggu menjemput mereka berempat di pintu pesawat. 

Petugas itu membantu mereka mengambil barang di bagasi dan mengantar sampai ke tempat parkir. 

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved