PDI-P Nilai Pilkada Jangan Ditunda Saat Pandemi Covid-19, Sekjen: Tak Boleh Pemimpin Daerah Kosong

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, pandemi Covid-19 jangan sampai menunda proses pergantian kepemimpinan di daerah.

Editor: Rahimin
TRIBUNNEWS.COM/Ferdinand Waskita
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto 

TRIBUNJAMBI.COM - Pilkada Serentak 2020 tetap akan digelar, walaupun di tengah pandemi Covid-19.

Pemerintah sudah memutuskan pilkada tetap digelar, namun dengan mengutamakan protokol kesehatan.

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, pandemi Covid-19 jangan sampai menunda proses pergantian kepemimpinan di daerah.

Menurut Hasto, masyarakat membutuhkan kepastian sehingga Pilkada 2020 tidak boleh ditunda.

"Rakyat harus mendapatkan kepastian. Tak boleh pemimpin daerah kosong karena pilkada ditunda. Maka PDI-P mendorong pilkada harus dilaksanakan," kata Hasto dalam sebuah diskusi virtual, Minggu (9/8/2020).

Wacana Majunya Prabowo Subianto di Pilpres, Dinilai Bagian Strategi Meningkatkan Elektabilitas

Menegangkan, Polisi Adang dan Tangkap Pencuri Mobil di Tengah Jalan Pantura

Rumah Berdiri Kokoh di Tengah Jalan Layang Dalam Kota, Pemilik Enggan Menjualnya ke Pemerintah

Namun, ia mengakui melaksanakan pilkada di tengah pandemi Covid-19 bukan perkara mudah.

Karena itu, Hasto meminta pelaksanaan Pilkada harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Ia menambahkan, Pilkada adalah ujian bagi para calon kepala daerah untuk menunjukkan komitmen dan kedisiplinannya dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Presiden Joko Widodo (kiri) disambut oleh Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto (kanan) dan Panitia Pengarah Rakernas PDI-P Prananda Prabowo dalam pembukaan Rakernas III PDI-P di Sanur, Bali, Jumat (23/2/2018).
Presiden Joko Widodo (kiri) disambut oleh Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto (kanan) dan Panitia Pengarah Rakernas PDI-P Prananda Prabowo dalam pembukaan Rakernas III PDI-P di Sanur, Bali, Jumat (23/2/2018). (kompas.com)

Hasto menilai para calon kepala daerah harus mampu menyajikan solusi kepada masyarakat sebagai jawaban atas berbagai permasalahan akibat pandemi.

Untuk itu, ia mendukung sikap pemerintah dan DPR yang tetap melaksanakan Pilkada 2020 di tengah desakan penundaan akibat pandemi covid-19.

Sebab menurut dia PDI-P, Pilkada adalah proses pematangan demokrasi bagi rakyat dalam memilih pemimpinnya.

Wali Kota Banjarbaru Meninggal Dunia Karena Covid-19, Dua Pekan Sempat Diisolasi

HARI INI PNS, Pensiunan Hingga TNI/Polri Bakal Terima Gaji ke-13 Yang Sudah Lama Ditunggu

Ayah Cabuli Anaknya Saat Tertidur Karena Jaga Ibu Yang Sakit Usai Kecelakaan, Enam Tahun Jadi Korban

"Jadi pilkada ini sekaligus momen bagaimana calon kepala daerah memiliki agenda prorakyat terkait isu sosial, ekonomi, dan lain-lain," ujar dia.

Adapun, Pilkada 2020 akan digelar di 270 wilayah, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Semula, hari pemungutan suara pilkada akan digelar pada 23 September.

Namun, akibat wabah Covid-19, hari pencoblosan diundur hingga 9 Desember 2020.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sekjen PDI-P: Jangan Sampai Kepemimpinan Daerah Kosong karena Pilkada Ditunda 

DAFTAR TERBARU Sekolah Yang Diizinkan Pemerintah Dibuka, di Jambi Ada 5 Kabupaten/kota Dibolehkan

75 Cakada PDI-P Diumumkan, Hasto: Partai Tak Usung Calon Yang Tersangkut Masalah Hukum

Usai Bercinta Dengan Gaya Permainan Ekstrem, Pagi Harinya Suami Temukan Istri Sudah Tewas

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved