Breaking News:

Wacana Majunya Prabowo Subianto di Pilpres, Dinilai Bagian Strategi Meningkatkan Elektabilitas

Wacana pencapresan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto banyak ditanggapi berbagai pihak. Terutama pengamat politik.

Editor: Rahimin
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto 

TRIBUNJAMBI.COM - Wacana pencapresan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto banyak ditanggapi berbagai pihak. Terutama pengamat politik.  

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai, wacana pencapresan Ketua Umum Partai Gerindra tidak serius.

Menurut Pangi, hal tersebut hanya menjadi strategi untuk mendongkrak elektabilitas Gerindra pada Pemilu 2024. Sebab, saat ini Gerindra belum memiliki tokoh sentral selain Prabowo.

Baru Pertama Kali, Seekor Mandar Hitam Terlihat Muncul di Danau Limboto Gorontalo

Menegangkan, Polisi Adang dan Tangkap Pencuri Mobil di Tengah Jalan Pantura

Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi, Diduga Stres Karena Pemyakit Dideritanya

Ia menambahkan, jika nantinya Prabowo diusung sebagai capres, target utamanya bukan untuk menang, tetapi meningkatkan elektabilitas partai.

"Kan Prabowo terpilih lagi (sebagai Ketua Umum Gerindra) salah satunya meningkatkan suara Gerindra. Ini polanya sama. Maju capres bukan untuk jadi presiden," kata Pangi kepada Kompas.com, Minggu (9/8/2020).

Prabowo Subianto saat bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Rabu (24/7/2019) lalu.
Prabowo Subianto saat bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Rabu (24/7/2019) lalu. (Kompas.com)

Kendati demikian, Pangi mengatakan, strategi tersebut belum tentu ampuh. Pasalnya, ia berpendapat sebagian pemilih Gerindra ada yang kecewa dengan Prabowo lantaran memilih masuk dalam koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Selain itu, kata Pangi, elektabilitas Prabowo belum tentu tetap paling tinggi hingga Pemilu 2024, karena saat ini belum ada tokoh lain yang menyatakan maju sebagai capres.

HARI INI PNS, Pensiunan Hingga TNI/Polri Bakal Terima Gaji ke-13 Yang Sudah Lama Ditunggu

Wali Kota Banjarbaru Meninggal Dunia Karena Covid-19, Dua Pekan Sempat Diisolasi

DAFTAR TERBARU Sekolah Yang Diizinkan Pemerintah Dibuka, di Jambi Ada 5 Kabupaten/kota Dibolehkan

Pangi pun menambahkan, elektabilitas Prabowo ke depannya juga bergantung pada kesuksesan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sebab, mantan Danjen Kopassus itu kini menjadi bagian dari pemerintahan.

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan keterangan pers di Stasiun MRT Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019).
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan keterangan pers di Stasiun MRT Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019). (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

"Kalau kemudian orang kecewa dengan gabungnya Gerindra ke pemerintahan dan prestasi Jokowi tak moncer, maka sebenarnya punya dampak ke Prabowo dan Gerindra juga," lanjut dia.

Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan adanya permintaan dari para kader agar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto maju sebagai calon presiden pada 2024.

75 Cakada PDI-P Diumumkan, Hasto: Partai Tak Usung Calon Yang Tersangkut Masalah Hukum

Usai Bercinta Dengan Gaya Permainan Ekstrem, Pagi Harinya Suami Temukan Istri Sudah Tewas

Siapa Saja yang Dapat BLT Rp 600 Ribu per Bulan? BPJS Ketenagakerjaan Lagi Kumpulkan Hal Ini

Namun, permintaan tersebut belum diputuskan Prabowo dalam Kongres Luar Biasa (KLB) hari ini.

"Pak Prabowo tadi di hadapan Kongres Luar Biasa mengatakan bahwa tentang hal tersebut akan diputuskan satu tahun atau satu setengah tahun sebelum pemilihan presiden," kata Muzani seusai KLB Gerindra, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2020).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengamat: Wacana Pencapresan Prabowo Jadi Strategi Tingkatkan Elektabilitas" 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved