Breaking News:

PDI-P Sulit Berkoalisi Dengan PKS dan Demokrat, Djarot: Fokus Dengan Partai Pendukung Pemerintah

PDI-P akan fokus untuk bekerja sama dengan partai pendukung pemerintah pada Pilkada Serentak 2020.

KOMPAS.com/ HARYANTI PUSPA SARI
Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat (kiri) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/1/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM - PDI-P akan fokus untuk bekerja sama dengan partai pendukung pemerintah pada Pilkada Serentak 2020.

Hal itu dikatakan Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat.

"Kami akan konsentrasi untuk lebih baik bekerja sama dengan partai pendukung pemerintah," kata Djarot dalam diskusi virtual berjudul 'Proses Kandidasi di Pilkada 2020: Ruang Gelap yang Penuh Misteri', Kamis (23/7/2020).

"Kenapa? Karena Pak Jokowi sebagai Presiden itu adalah kader PDI-P bersama-sama koalisi Pak Ma'ruf Amin. Maka wajib hukumnya kita mendukung beliau sampai selesai dengan baik melaksanakan tugas dan memberikan legacy untuk bangsa dan negara," lanjut dia.

Jokowi Rindu Kritikan Fahri Hamzah, Berat Badan Bertambah Karena Jarang Bicara Tentang Isu Politik

Tito Karnavian Jelaskan Teori Terbaik Jenazah Covid–19 Dibakar, Ini Penjelasan Kemendagri

Penampilan Baru Artis Feby Febiola Bikin Gempar, Ini Pengakuan Mengejutkannya

Jadwal dan Live Streaming PBSI Home Tournament Pagi Ini Pukul 08.30 WIB, Ujian Berat Bagi Putri KW

Djarot mengatakan, dirinya banyak mendapat masukan dari rekan-rekannya untuk tak berkoalisi dengan partai di luar pemerintah pada pilkada, misalnya Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) dan Partai Demokrat.

Djarot pun mengakui bahwa pada faktanya sulit untuk bekerja sama dengan kedua partai tersebut.

"Fakta di lapangan secara kategorisasi memang sulit untuk bisa bekerja sama di dalam lapangan," ucap dia.

Konsolidasi Deli Serdang, Djarot hadir bersama Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, juga sejumlah caleg PDIP lainnya sepeti Yasona Laoly, Ramond Dony Adam, dan Zuhairi Misrawi, Jumat (14/12/2018).
Konsolidasi Deli Serdang, Djarot hadir bersama Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, juga sejumlah caleg PDIP lainnya sepeti Yasona Laoly, Ramond Dony Adam, dan Zuhairi Misrawi, Jumat (14/12/2018). (Tribunnews.com/Dennis Destriyawan)

Djarot mengungkap, di sejumlah daerah kader PDI-P berhubungan sangat dekat dan bisa bekerja sama dengan baik. Hal itu menandakan bahwa gap pemahaman ideologi antar partai dapat tertasi. Namun, kata dia, hal itu tidak terjadi di banyak daerah.

"Tergantung dari masing-masing daerah," ucap dia.

Meski begitu, Djarot menyebut hal itu tak menjadi masalah. Berbeda pilihan politik, kata dia, bukan berarti harus bermusuhan.

Mantan Ketua PDI-P Sumut Ditahan KPK, DJarot: Terlibat Korupsi Mantan Gubernur Yang Diusung PKS

Bicara Kasus Djoko Tjandra, Fadli Zon: Semua Bisa Diatur di Indonesia Ini

Kasus Proyek Fiktif di PT Waskita Karya, KPK Tahan 5 Tersangka Pejabat Perusahaan

Modus Bimbingan Skripsi, Dosen Ini Nekat Lakukan Pelecehan Seksual, Sudah 3 Orang yang Melapor

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengaku, banyak berteman dengan kader PKS maupun Demokrat yang sejatinya merupakan partai oposisi.

"Meskipun saya pernah statement bahwa kita sulit bekerja sama dengan PKS maupun Partai Demokrat, tapi sebagai warga negara, sebagai teman, banyak teman-teman saya di PKS dan di Partai Demokrat ya tidak ada masalah," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PDI-P Fokus Berkoalisi dengan Parpol Koalisi Pemerintah di Pilkada", 

Ramalan Zodiak Jumat 24 Juli 2020 Lengkap 12 Bintang, Leo Kewalahan Nih

Jadwal Live Semifinal PBSI Home Tournament Jumat (24/7) Pagi Ini Pertarungan Tunggal Putri

Editor: Rahimin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved