Ayah Di Pekalongan Tak Tahu Jika Makamkan Jasad Anak Kandung, Ternyata Korban Pembunuhan
Surya Maulana Putra (15), warga Kelurahan Baros, Kecamatan PekalonganTimur, Jawa Tengah yang dilaporkan hilang 3 bulan yang lalu dan ditemukan tewas.
"Penemuan mayat tersebut pada tanggal (24/4/2020). Tugas saya kan, sebagai pekerja sosial dan selalu mengurusi ketika ada mayat ditemukan tanpa identitas. Pada saat ditemukan, saya membatin tinggi badan dan kulit kakinya sama seperti anak saya, tapi untuk wajah tidak bisa dikenali karena kulit sudah mengelupas dan banyak belatung. Lalu, kepala saja sudah hampir lepas," kata Nanang.
• Akhirnya Senin Ini Disdik Tanjabtim Mulai Melakukan KBM Secara Tatap Muka Bagi SD dan SMP
Pihaknya juga menceritakan, pada saat jenazah itu dimandikan dan salatkan ia terus teringat sama anaknya.
Lalu saat di TPU, biasanya mayat yang tanpa identitas diberikan nisan dari bambu biasa.
Tapi, terhadap mayat tersebut ia memberikan batu nisan dan menuliskan tanda X di batu nisan tersebut.
Tujuannya, agar apabila ada orangtuanya mencari sudah ada tanda.
"Begitu spesial sekali saya perlakukan mayat tersebut, saya belikan batu nisan dan saya juga terus berdoa di pusara anak tanpa identitas tersebut. Saya sering ke sana karena saya rindu dengan anak saya," katanya.
Kemudian, beberapa hari yang lalu membaca di berita online dan informasi di sosial media bahwa NK menjadi tersangka pembunuhan remaja di bantaran Sungai Bantaran Klego. Saat itu juga, Nanang muncul kecurigaan terhadap NK.
"Kakaknya Surya melihat di sosial media, bahwa Niko ditangkap polisi karena melakukan pembunuhan. Terus, banyak warga yang bilang bahwa Niko juga terlibat kasus pembunuhan yang mayatnya ditemukan membusuk di bekas daelar Daihatsu," tutur Nanang.
• Gawat, Bank Dunia Sebut Indonesia Bakal Ketambahan Hampir Sejuta Keluarga Miskin
Mendapatkan informasi tersebut, ia langsung ke kantor polisi untuk memastikan keberadaan anaknya kepada Niko.
"Saya datang ke kantor polisi karena saya yakin, bahwa anaknya menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh Niko. Tapi, saat saya ke kantor polisi Niko masih dalam pemeriksaan petugas sehingga tidak bisa melihat Niko."
"Tapi saya pastikan, jasad yang ditemukan tanpa identitas tersebut merupakan anak saya. Lalu, saya langsung datang ke makam, berdoa serta membersihkan kuburan anak saya," katanya.
Menurut Nanang, kepastian tersebut ia dapatkan berdasarkan dari kendaraan yang dimodifikasi oleh Surya berada di Kabupaten Batang.
"Saya dengar, bahwa kendaraan anak Surya yang sudah dimodifikasi berada di Batang. Karena, pelek motor yang berwarna emas itu tidak diubah dan saya ingat sekali," ujarnya.
Nanang juga menuturkan, Sury merupakan anak yang penurut dan mempunyai jiwa sosialnya yang tinggi.
"Dulu, anaknya pernah cerita sama saya. Ada teman sekelas yang baju sekolahnya rusak. Terus, anak saya memberikan baju sekolahnya kepada temannya. Karena, Surya mempunyai baju sekolah dua sehingga diberikanlah baju tersebut kepada temannya," tuturnya.
• Kisah Pendamping Desa, Pulang Dini Hari Tapi Sering tak Dihargai