Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Pendamping Desa, Pulang Dini Hari Tapi Sering tak Dihargai

Dua pekan terakhir ini para pendamping desa di Kabupaten Kerinci selalu pulang dini hari. Hal itu karena saat ini...

Tribunjambi/herupitra
Saat ini sejumlah desa di Kerinci mulai menyelenggarakan musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka penyusunan rencana pembangunan Desa yang menjadi pedoman bagi pemerintah Desa menyusun rancangan RKP Desa 2021. 

Kisah Pendamping Desa, Pulang Dini Hari Tapi Sering tak Dihargai

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Dua pekan terakhir ini para pendamping desa di Kabupaten Kerinci selalu pulang dini hari. Hal itu karena saat ini sejumlah desa mulai menyelenggarakan musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka penyusunan rencana pembangunan Desa yang menjadi pedoman bagi pemerintah Desa menyusun rancangan RKP Desa 2021.

Musdes yang digelar desa membuat para pendamping desa ikut serta. Tiap malam mereka turun ikut rapat di sejumlah desa.

Seperti yang dilakukan oleh pendamping desa Kecamatan Danau Kerinci, Sudirman. Ia mengakui, saat ini selalu pulang dini hari karena harus ikut rapat di desa-desa pendampingannya.

"Selain desa di Kecamatan Danau Kerinci, Kecamatan Tanco juga ada beberapa desa kita dampingi," ungkap Sudirman saat menghadiri Musdes desa Agung Koto Iman, Sabtu (18/7) malam.

Selaku pendamping ujarnya, mereka harus selalu berada disamping desa. Terutama dalam mendorong desa pada penggunaan dana desa sesuai dengan aturan yang ada.

"Dana desa bukan hanya untuk membangun Desa, tapi jauh dari itu adalah untuk desa membangun," katanya.

Akhirnya Senin Ini Disdik Tanjabtim Mulai Melakukan KBM Secara Tatap Muka Bagi SD dan SMP

Ketika Kopaska, Kopassus, dan Denjaka Menggabungkan Kekuatan Buru Perompak Somalia

Sosok Sebenarnya Sapardi Djoko Damono dan Kisah di Balik Puisi Hujan di Bulan Juni

Disampaikannya, selaku pendamping desa mereka harus bekerja semaksimal mungkin. Dan itu mereka buktikan dengan selalu hadir ditengah desa di bawah pendampingan mereka.

"Kami pendamping Kecamatan Danau Kerinci tetap bekerja semaksimal mungkin," tegasnya.

Namun lanjutnya, meski telah berkerja maksimal, tapi mereka sering tak dihargai. Terutama oleh pemerintah kabupaten.

"Mudah-mudahan dinas terkait bisa menghargai apa yang telah kami dampingi," tutupnya.(*)

Penulis: heru
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved