Berita Internasional
Kondisi Tiongkok Makin Terhimpit, Laut China Selatan Diserbu Angkatan Laut Inggris, AS hingga Jepang
Kondisi Tiongkok Makin Terhimpit, Laut China Selatan Diserbu Angkatan Laut Inggris, AS hingga Jepang
TRIBUNJAMBI.COM - Laut China Selatan semakin kondisinya semakin tidak baik dan tensi perselisihan pun semakin tinggi.
Banyak kelompok militer yang kini tumpah ruah di perairan yang dilewati sepertiga perjalanan laut seluruh dunia tersebut.
Hal itu lantaran negara-negara yang miliki kekuatan militer besar di seluruh dunia itu ingin menekan China.
Penyebabnya tetap sama seperti sebelumnya, China dianggap telah lancang mengenai batas teritorial mereka baik di darat maupun di laut.
• Identitas Pembobol Alfmart di Kota Jambi Terungkap, Polisi Tunggu Waktu Eksekusi
• Ular Piton Sepanjang Lima Meter Tewaskan Warga, Beri Lima Gigitan di Kepala
• PDIP Belum Berikan Rekomendasi di Pilkada Jambi, Edi Purwanto: Dalam Waktu Dekat Diumumkan
• Supermodel Gigi Hadid Bikin Heboh Usai Pamer Perut, Istri Zayn Malik Berbagi Kabar Bahagia
Bahkan perselisihan yang awalnya bermula dari sengketa perbatasan tersebut kini tengah meluas.
Termasuk yang terbaru adalah isu mata-mata yang dilancarkan oleh negeri 'Panda' di seluruh dunia termasuk Inggris melalui perusahaan-perusahaan mereka yang berada di luar negeri.
Setelah kebijakan dalam negeri untuk membatalkan kerjasama dengan pabrikan ponsel kenamaan asal China, Huawei yang diboikot oleh pemerintahan Ratu Elisabeth tersebut.
Kini Inggris akhirnya ikut bergabung dengan Jepang dan Amerika Serikat (AS) yang lebih dulu mengirim kapal induk mereka ke perairan Laut China Selatan.
• Luna Maya Mendadak Salting Dibilang Cantik Oleh Gading Marten, Keduanya Sampai Dijodohkan Sosok Ini
• VIDEO PDIP Resmi Pilih Gibran jadi Calon Wali Kota Solo
Tujuannya tak lain adalah mengepung China untuk tidak bertindak semena-mena atas perbatasan wilayah dengan banyak negara.
Bahkan seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, China tengah bersitegang setidaknya dengan 18 negara baik yang berbatasan langsung di darah dengan negara tersebut maupun yang bersengketa di laut dengan Tiongkok.
Penentangan atas dominasi China di kawasan Indo-Pasifik tersebut semakin gencar disuarakan oleh negara-negara berkekuatan militer besar belum lama ini.
Kapal induk andalan Inggris seperti HMS Queen Elizabeth dan kapal induk HMS Prince of Wales pun kini menuju ke perairan yang tengah panas tersebut.
• Rocky Gerung Sebut Ancaman Jokowi Turun Level, dari Kabunet ke Lembaga
• Kontraktor di Merangin Bingung Cari Hutang, Imbas Pencairan Dana Proyek Tak Penuh
Sebagai informasi, HMS Queen Elizabeth, merupakan kapal induk terbaru Inggris berbobot 65.000 ton.Kapal induk ini merupakan kapal perang terbesar yang pernah dibangun Inggris bersama HMS Prince of Wales untuk kebutuhan angkatan laut kerajaan.
Melansir dari The Australian, dua kapal induk tersebut bernilai 3,1 miliar pounsterling atau Rp 84 miliar.
Kapal Induk Queen Elizabeth diperkirakan akan mengunjungi Timur Jauh, melakukan latihan militer dengan sekutu mereka termasuk AS dan Jepang.
• Pria Ini Akui Rudapaksa Adik Iparnya yang Masih Belia Dua Kali, Berawal dari Uang Rp 100 Ribu