Breaking News:

Pemkab Sungai Penuh Siapkan Rp 22 Miliar untuk Tangani Covid-19, Realisasi Capai 76 Persen

Pemerintah Kota Sungai penuh melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus bekerja keras melakukan pencegahan

Shutterstock via Kompas
Ilustrasi vaksin Covid-19 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus bekerja keras melakukan pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 secara efektif dan terukur.

Demikian pula dalam hal penggunaan dan pemanfaatan dana hasil refocusing dan realokasi anggaran belanja APBD 2020 untuk penanganan pandemi termasuk dampak Covid-19.

Walikota Sungai penuh melalui Pj Sekretaris daerah, Alpian selaku Wakil Ketua Gugus Tugas mengungkapkan, Pemkot Sungai Penuh telah melakukan penyesuaian APBD 2020 dengan mempedomani Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor 119/2813/SJ dan 117/KMK.07/2020, tentang Percepatan Penyesuaian APBD Tahun 2020 Dalam Rangka Penanganan Covid-19, serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional (SKB Mendagri dan Menkeu).

VIDEO 5 Gubernur Ini Jadi yang Terbaik Menangani Covid-19, Anies, Ganjar dan Khofifah Tak Masuk

Lagi Kemarau, Pelanggan PDAM Tirta Muarojambi Diminta Hemat Air

Pj Sekda Alpian memaparkan, dalam Surat keputusan bersama dua menteri tersebut, pada poin ketiga, dijelaskan secara rinci tentang pedoman penggunaan dana hasil penyesuaian APBD 2020 melalui refocusing dan realokasi anggaran.

Dimana hasil refocusing dan realokasi anggaran 2020 digunakan untuk : a. belanja bidang kesehatan dan hal-hal lain terkait kesehatan dalam rangka pencegahan dan penanganan Pandemi Covid-19, antara lain berupa, pengadaan alat pelindung diri (APD) tenaga medis, sarana dan peralatan layanan kepada masyarakat dan penanganan pasien Covid-19.

b. Penyediaan Jaring Pengamanan Sosial / Social Safety Net antara lain, melalui pemberian bantuan sosial kepada masyarakat miskin/kurang mampu yang mengalami penurunan daya beli akibat adanya Pandemi Covid-19.

c. Penanganan Dampak Ekonomi terutama menjaga agar dunia usaha daerah tetap hidup, antara lain melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah serta Koperasi dalam rangka memulihkan dan menstimulasi kegiatan perekonomian di daerah.

"Mempedomani ketentuan tersebut, Pemkot Sungai Penuh telah melaksanakan penyesuaian anggaran melalui refocusing dan realokasi APBD 2020," ujar Pj Sekda, Kamis (16/7).

Berdasarkan data dari Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Sungai Penuh, dana dari refocusing dan realokasi anggaran 2020 berjumlah total Rp 22.733.082.300,- dan secara umum telah terealisasi sebesar 76 persen.

Dari total dana tersebut, Pemkot Sungai Penuh melalui Gugus tugas Covid-19 Pemkot Sungai penuh telah mengalokasikan untuk kegiatan penanganan kesehatan sebesar Rp 9.901.228.300 dengan realisasi anggaran Rp 4.380.369.577 atau sebesar 44 persen.

Ditelepon Menteri Jokowi Usai Jadi Korban Begal, Pendamping Desa di Sarolangun Diminta Lakukan Ini

Sempat Ditutup Akibat Pandemi, Kini Candi Muarojambi Resmi Dibuka Kembali untuk Wisatawan

Halaman
12
Penulis: Herupitra
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved