Breaking News:

Ditelepon Menteri Jokowi Usai Jadi Korban Begal, Pendamping Desa di Sarolangun Diminta Lakukan Ini

Menteri Abdul Halim Iskandar menunjukan perhatiannya setelah mengetahui kabar terkait pendamping desa di Kabupaten Sarolangun jadi korban begal.

tribunjambi/wahyu herliyanto
Pendamping desa yang menjadi korban begal di Sarolangun 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar menunjukan perhatiannya setelah mengetahui kabar terkait pendamping desa di Kabupaten Sarolangun jadi korban begal.

Terlihat dalam postingan di Instagramnya, Mentri Desa itu menelpon perempuan yang bernama Nina Nurlina (28) Pendamping Desa Kecamatan Singkut yang merupakan korban begal.

Dalam postingan yang sudah ramai dengan puluhan komentar, Mentri menelpon dan menanyakan kejadian yang menimpanya Rabu (15/7) lalu.

"Gimana, saya pak Halim, gimana ceritanya," katanya dalam telepon.

Niat Cari Jalan Pintas, 25 Truk Batu Bara Kena Tilang Dishub Kota Jambi, Tak Kapok Dikandangi

VIDEO 5 Gubernur Ini Jadi yang Terbaik Menangani Covid-19, Anies, Ganjar dan Khofifah Tak Masuk

Nina langsung menceritakan awal sebelum dibegal dan akhirnya ia menyerahkan barang berharganya termasuk motor yang dikendarainya.

Pada Rabu (15/7) siang, waktu itu ia akan pergi membagikan DD BLT Tahap III di desa binaan.

Disitu Nina bercerita, ia lebih memilih jalan pintas dibanding jalan yang satunya karena memakan waktu 1 jam.

Waktu itu pelaku memang sudah di depannya, namun ia curiga karena pelaku melihat depan belakang. Saat itu ia memiliki firasat tidak baik dan memilih putar arah.

Saat putar arah, pelaku mengikuti dan Nina yang begitu cemasnya dan membawa motor sudah hilang kendali dan jatuh di selokan dan tertindih motor.

Saat itu pelaku yang berjumlah dua orang menghampiri Nina dan mengacungkan pisau ke muka Nina.

Tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan, Nina menyerahkan tas dan motornya dengan memohon ampun.

Lalu mendengar cerita itu pak mentri kembali bertanya? "Sudah lapor polisi ya..?" tanya Mentri.

"Sudah pak, sudah bikin surat keterangan hilang," jawab Nina.

"Minta di anu, minta dibikin sketsa gambar wajah nanti biar menjadi petunjuk awal untuk polisi ya," sambung mentri.

"Ya sabar ya, sabar, mudah-mudahan dapat ganti yang lebih dari Allah SWT. Apalagi dalam perjalan untuk berbakti kepada masyarakat desa yang menjadi dampingan. Salam- salam untuk keluarga semua, salam-salam untuk pendamping yang lain, sabar ya sabar ya,, assalamualaikum," tutup mentri dalam sambungan telepon itu.
(Yan)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved