Asusila
Tak Kapok Masuk Penjara, Wanita Ini Nyamar jadi Pria Demi Berhubungan Badan dengan Remaja Belia
Seorang wanita muda nekat mencabuli gadis berusia 15 tahun hingga harus kembali mendekam di penjara.
Rupanya ada hal yang lebih mengejutkan lagi, sang pelaku Jordana Davidson (22), rupanya baru saja bebas dari penjara dengan kasus yang serupa.
Dirinya telah dipenjara selama dua setengah tahun sejak 2018 setelah menipu seorang anak berusia 13 tahun untuk berhubungan badan dengannya.
• Jose Mourinho dan Juergen Klopp Kecewa Man City bisa Lolos dari Hukuman UEFA
• 4 Fakta Pertemuan Saputri Istri Pertama Didi Kempot dan Yan Vellia, Tetap Kompak dan Berdampingan
Dilansir Daily Mail, Jordana Davidson, yang berasal dari Wales, baru saja dibebaskan dari penjara pada 8 Mei tahun lalu.
Lantas dirinya pindah ke Liverpool, di kota tersebut dirinya memulai kehidupan baru dan berteman dengan seorang wanita dewasa yang telah memiliki seorang anak.
Namun, usut punya usut rekan Jordana Davidson itu tidak tahu tentang masa lalu Davidson yang menyeramkan.
• 7 Artis Bollywood Dinyatakan Positif Covid-19, Terbaru Amitabh Bachchan hingga Kanika Kapoor
• Disbunnak Temukan Penyakit Jembrana, Pemeriksaan Kesehatan Hewan Jelang Idul Adha
Jalin Hubungan dengan Gadis 15 Tahun

Seiring berjalannya waktu, Jordana Davidson pun mengenal keluarga rekannya.
Hingga dirinya mengenal anak sang rekan, gadis berusia 15 tahun.
Lantas tak disangka, Davidson mulai menjalin hubungan dengannya.
Hingga akhirnya Davidson diduga nekat mengulangi kesalahan di masa lalunya, dirinya mencabuli anak dari rekannya tersebut.
Pengadilan Liverpool Crown mendengar Jordana Davidson tunduk pada Perintah Pencegahan Kerugian Seksual (SHPO) yang tidak terbatas.
Yang melarang dia dari kontak dengan anak-anak di bawah usia 16 tahun, kecuali untuk kontak yang tidak sengaja atau dengan 'persetujuan' dari orang tua anak atau wali.
Michael Stephenson, sang jaksa penuntut, mengatakan Davidson mengaku melanggar SHPO-nya.
"Dia mengatakan tidak memiliki kesadaran tentang sifat dari putusan terdakwa. Dia berpikir bahwa dia telah dijatuhi hukuman karena narkoba atau kekerasan dan berpikir dia adalah anak yang tidak berbahaya," terangnya.
Rekan Jordana Davidson mengatakan Davidson bertemu dengan putrinya sekitar 10 kali antara 31 Mei dan 7 Juni 2020.