Breaking News:

Rumah Aman Belum Ada di Tanjab Timur, Dinsos Serahkan Korban Kekerasan Seksual ke Pihak Provinsi

Kabupaten Tanjung Jabung Timur belum memiliki rumah aman (rumah erlindungan) bagi anak korban kekerasan seksual.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rahimin
tribunjambi/abdullah usman
Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tanjab Timur. Saat ini di Tanjab Timur belum punya rumah aman untuk korban kekerasan seksual 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kabupaten Tanjung Jabung Timur belum memiliki rumah aman (rumah erlindungan) bagi anak korban kekerasan seksual. Pihak Dinas Sosial Tanjabtim terpaksa menyerahkan korban ke rumah aman milik Dinas Sosial Provinsi Jambi. 

Kasus kekerasan seksual hampir terjadi di Tanjab Timur setiap tahunnya. Dalam menangani  korban kekerasan , pihak dinsos terpaksa harus berkoordinasi bersama pihak Dinsos Provinsi Jambi. 

Sebab,  hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur belum memiliki rumah aman, seperti seharusnya. Mengingat bagi para korban kekerasan seksual membutuhkan pemulihan diri dan perawatan psikolog secara khusus yang dapat dilakukan di rumah aman.

Tidak Terbukti Miliki BB, 4 Orang Yang Diamankan Satresnarkoba Polres Muarojambi Dibebaskan

Bantuan Dampak Covid-19 di Tanjabtimur Selesai Disalurkan, Dinsos Sebut Wacana Ada Bantuan Lagi

Pemerintah Pusat Tambah Anggaran Bendungan Merangin, Kini Total Anggaran Pembangunan Rp 5,5 Triliun

"Sejauh ini kita memang belum memiliki rumah aman tersebut, pengajuan dan usulan sudah pernah kita ajukan ke dewan. Namun memang belum ada perkembangan saat ini," ujar Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Kebutuhan Anak, Rahmawati. 

Dikatakannya pula, untuk rumah aman tersebut memang benar benar rumah tersebut aman bagi korban. Dalam artian tidak sembarang orang yang tahu keberadaan rumah aman tersebut di mana lokasinya.

Ilustrasi korban pelecehan seksual
Ilustrasi korban pelecehan seksual (ist)

"Belum tentu pihak dinas sosial itu tahu di mana letak rumah aman tersebut. Paling yang tahu hanya pendamping sama sopir saja," jelasnya.

Dia  berharap ke depan di Tanjab Timu dapat memiliki rumah aman atau yang lebih dikenal saat ini rumah perlindungan. Atau semacam rumah singgah sehingga jika ada orang terlantar juga dapat ditangani dan tampung sementara.

Asyik, Objek Wisata Kerinci Kembali Dibuka, Wisatawan dari Luar Daerah Wajib Bawa Syarat Ini

Dobi, Perampok Keponakan Pengusaha Pempek Selamat Ditangkap Tim Gabungan di Sumatera Barat

DIlakukan Tertutup, Dinda Hauw Resmi Menikah dengan Rey Mbayang Di tengah Pandemi Covid-19

"Kalau sekarang jika ada kasus kekerasan yang trauma berat dan membutuhkan dampingan psikis, terpaksa kita titipkan dulu di rumah aman milik Provinsi Jambi," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved