Berita Nasional

Prabowo Disarankan Jokowi Untuk Beli Mesin Perang Buatan Dalam Negeri Pakai Uang Tunai Tanpa Kredit

Prabowo Disarankan Jokowi Untuk Beli Mesin Perang Buatan Dalam Negeri Pakai Uang Tunai Tanpa Kredit

indomiliter.com
Tank dikendarai anggota Yonkav ( Batalion Kavaleri atau Batalyon Kavaleri) 

TRIBUNJAMBI.COM - Indonesia nampaknya ingin memperkuat industri pertahanan (Inhan) di dalam negeri.

Namun perlu digarisbawahi membangun Inhan bukan perkara mudah.

Butuh dana, konsistensi kemauan hingga tekad berani gagal dan bangkit lagi menjadi lebih baik.

Jadi kalau belum punya tekad dan dana riset masih cekak jangan bermimpi berdikari dalam hal Alutsista beserta pirantinya.

Tekad Bersama Tangani Corona, Kakak Beradik Dokter di Semarang Meninggal Karena Tertular Covid-19

Deretan Drama Korea Sad Ending yang Miiki Jalan Cerita Menarik dan Unik, Cocok untuk Isi Waktu Luang

Masa Pandemi Covid-19, Sektor Pendidikan Butuh Inovasi Guru

VIDEO Viral Seorang Ibu Kandung Marah Besar di Pernikahan Anaknya, Ternyata Begini Fakta Sebenarnya

Presiden Joko Widodo meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari perusahaan dalam negeri.

Hal tersebut Jokowi sampaikan saat memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

"Untuk di Kemenhan, bisa saja (beli alustsista) di DI (Dirgantara Indonesia), beli di Pindad, beli di PAL," terang Jokowi.

Dia menegaskan, pembayarannya juga harus dilakukan dengan menggunakan uang tunai agar kondisi perekonomian Indonesia cepat pulih.

China Menyerah dengan Sikap Negara ASEAN Terutama Indonesia, Mau Berunding Soal Kode Etik LCS

PKS Siap Deklarasikan Dukungan Pilwako Sungai Penuh

VIDEO Sebuah SPBU Terbakar, Petugas: Saya Melihat ke Atas, Terus Saya Teriak Kebakaran Seperti Itu

Pasalnya, belanja dalam negeri menjadi kunci dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi.

Jokowi juga menyinggung, Kemenhan menjadi salah satu kementerian yang mendapatkan anggaran belanja yang cukup besar, yakni sebesar Rp 117,9 triliun.

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved