Breaking News:

Virus Corona

Belanja Tidak Terduga di Sarolangun Untuk Penanganan Covid-19 Sudah Habis Rp 11 Miliar

realisasi anggaran dari BTT di Sarolangun mencapai Rp 11 Miliar lebih, yang diperuntukkan untuk penanganan covid-19 di berbagai OPD tekhnis tersebut.

Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Rahimin
China Out
Ilustrasi penanganan pasien virus corona 

"Itu sudah realisasi dan sekarang tinggal sekitar Rp 200 juta, pengadaan masker ke masyarakat umum dan sembako untuk 10 Kecamatan di Sarolangun. Intinya digunakan untuk keperluan masyarakat," katanya.

 Juru bicara Covid-19 Sarolangun Bambang mengatakan, seperti di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sarolangun sudah sesuai protap dan transparansi anggaran dilakukan secara keseluruhan pada petugas covid.

Yang mana, dana covid selain  untuk biaya para pasien, juga semua yang ikut menangani pasien Covid-19 menerima insentif.

ILUSTRASI Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020).
ILUSTRASI Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww.)

"Tim yang berjumlah 64 orang yang diberikan insentif mulai terdiri dari dokter umum dan spesialis, perawat, room boy dan security yang telah dibuatkan SK," katanya.

Pihak RSUD Sarolangun sendiri telah mengajukan anggaran penanganan covid-19 kepada tim gugus sebesar Rp 883 juta untuk periode dua bulan.

"Sampai dengan saat ini anggaran yang sudah dicairkan yakni untuk pembayaran instensif tenaga medis dan teknis yang menangani pasien covid-19," katanya.

Daftar Mantan Pacar Raffi Ahmad, Delapan Orang dari Yuni Shara hingga Bunga Zainal

Resmi Berstatus Janda, Ini Kata Jenita Janet Saat Ambil Akta Cerai

Dobi, Perampok Keponakan Pengusaha Pempek Selamat Ditangkap Tim Gabungan di Sumatera Barat

 Untuk insentif, pemberiannya berbeda-beda, sesuai anjuran residen, menteri dan sesuai dari usulan pihak gugus tugas Sarolangun. Malahan, pemberian insentif tersebut di bawah angka yang dianjurkan pusat.

"Usulan sudah sangat kecil. Kalau  dokter spesial tempat lain, Rp 10- 15 juta, kita di bawah Rp 10 juta sebulan. Dokter umum lebih parah lagi, malah di bawah Rp 5 juta. Kalau anjuran presden itu dokter umum Rp 10 juta," ujarnya.

"Jadi kita sudah sangat kecil menganggarkan itu, mau banyak pasien, sedikit pasien, itu sudah standar yang kita ajukan. Pencairannya melalui DPA kabupten dan sesuai aturan yang berlaku," sambungnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved