Oknum Polisi Polres Merangin Diperiksa Propam Polda Jambi, Buntut Salah Tangkap Raja
Kasus salah tangkap oleh oknum Polisi di Satreskrim Polres Merangin berbuntut panjang.
Penulis: Muzakkir | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Kasus salah tangkap oleh oknum Polisi di Satreskrim Polres Merangin berbuntut panjang.
Selain diperiksa oleh Propam Polres Merangin, Propam Polda Jambi juga turun ke Merangin untuk mengusut kasus ini.
Kapolres Merangin AKBP M Lutfi belum lama ini menyebut jika personelnya yang melakukan penangkapan tersebut sudah diperiksa.
"Sudah diperiksa propam Polda," kata Kapolres.
Meski telah diperiksa, namun untuk pemberian sanksi masih menunggu sidang disiplin.
"Sanksi nanti pada saat sidang," kata Kapolres lagi.
Dalam kasus ini dirinya berjanji akan objektif, jika terbukti bersalah, dirinya tidak akan melindungi anak buahnya.
• Badia Raja Situmorang Jadi Korban Salah Tangkap, Babak Belur Digebuki Petugas, Dituduh Curi Motor
• 3 Hari Dirawat, Seorang PDP Covid-19 di Batanghari Meninggal
Badia Raja Situmeang merupakan warga Perumahan Puri Kencana Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin.
Dia tangkap anggota Reskrim Polres Merangin pada Juni lalu. Dia diamankan karena mirip dengan pelaku pencurian sepeda motor yang telah menjadi DPO.
Ketika diamankan, dirinya tengah nongkrong di sebuah warnet di Kota Bangko. Kala itu datang beberapa orang yang mengaku sebagai polisi langsung mengamankannya untuk dibawa ke Mapolres Merangin.
Setelah masuk ke mobil, rupanya bukan dibawa ke Mapolres, melainkan dibawa Pos Buser Pasar Bawah Kota Bangko.
Di sana Raja diinterogasi oleh beberapa orang anggota yang menjemputnya itu. Bahkan seorang anggota merupakan teman baiknya ketika masih remaja.
Kala itu dia menjawab yang sejujurnya, dimana dirinya tidak mengetahui apa-apa terkait pertanyaaan petugas tersebut. Dia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mencuri sepeda motor.
Karena tidak mengakui, dirinya mendapatkan pukulan. Tak hanya sekali, namun berkali-kali sampai dia mengakui perihal yang ditanya oleh oknum tersebut. Kala itu dirinya sempat menjerit meminta pertolongan dengan warga.
Sekitar pukul 17:00 wib, dirinya kembali dimasukkan ke dalam mobil. Dia dibawa ke arah Sarolangun, di sepanjang perjalanan Raja masih diberikan pertanyaan seputaran itu. Setelah itu mereka kembali ke arah Bangko. Tepat di Alfamart Dusun Bangko, mobil berhenti dan seorang petugas membeli lakban.