Badia Raja Situmorang Jadi Korban Salah Tangkap, Babak Belur Digebuki Petugas, Dituduh Curi Motor
Karena tidak mengakui, Raja mendapatkan pukulan. Tak hanya sekali, namun berkali-kali sampai dia mengakui perihal yang ditanya oknum tersebut.
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Berikut berita populer pagi ini, seorang warga Merangin babak belum akibat menjadi korban salah tangkap.
Seorang warga Perumahan Puri Kencana Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, mengaku dianiaya oknum anggota Satreskrim Polres Merangin.
Informasi yang dihimpun tribunjambi.com, warga yang bernama Badia Raja Situmorang (26) itu dituduh sebagai pencuri sepeda motor. ( korban salah tangkap )
• Takut Tularkan Corona, Dua Tahanan Polres Batanghari Jalani Rapid Test Sebelum Dipindahkan ke Lapas
• Durasi 100 Detik, Video Syur Tersebar Via WA Wanita Cantik Perlihatkan Lekuk Tubuh Tanpa Busana
Awalnya dia tengah asyik bermain game di sebuah warnet di Kota Bangko.
Sekitar pukul 15.00 WIB, datang beberapa orang yang mengaku sebagai polisi.
Mereka yang datang langsung mengamankannya lalu membawanya ke Mapolres Merangin.
Sebagai warga yang taat hukum, Raja mengikuti perintah dari oknum tersebut.
Setelah masuk mobil, rupanya Raja bukan dibawa ke Mapolres, melainkan dibawa ke Pos Buser Pasar Bawah Kota Bangko.
Di sana Raja diinterogasi oleh beberapa orang anggota yang menjemputnya itu.
Di antara mereka, ada seorang anggota merupakan teman baiknya ketika masih remaja.
Raja menjawab sejujurnya bahwa dirinya tidak mengetahui apa-apa terkait pertanyaan petugas tersebut.
Dia mengatakan tidak pernah mencuri sepeda motor.
Karena tidak mengakui, Raja mendapatkan pukulan.
Tak hanya sekali, namun berkali-kali sampai dia mengakui perihal yang ditanya oknum tersebut.
Kala itu dirinya sempat menjerit meminta pertolongan warga, namun entah didengar entah tidak, dia tidak tahu.
Dia dibawa ke arah Sarolangun.
Di sepanjang perjalanan, Raja masih diberikan pertanyaan seputaran itu.
Setelah itu mereka kembali ke arah Bangko.
Tepat di Alfamart Dusun Bangko, mobil berhenti dan seorang petugas membeli lakban.