Berita Muarojambi

Disbunnak Sebut Sawit Jadi Penopang Perekonomian Masyarakat Muarojambi Saat Pandemi, Ini Alasannya

Ia mengatakan, buktinya selama ini para pekerja di perkebunan dan pabrik sawit belum ada yang belum diberhentikan.

Tribunjambi/Hasbi
Pengepul kelapa sawit di Muarojambi 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Pandemi Covid-19 ternyata tidak begitu berpengaruh terhadap harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.

Justru sawitlah yang menopang perekonomian masyarakat di Kabupaten Muarojambi.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Perternakan Muarojambi, Zulkarnaen.

Selain 13 Perusahaan Investasi, Pejabat OJK Juga Jadi Tersangka Korupsi Jiwasraya

Investasi di Tanjabtim Meningkatan Saat Pandemi, Investor Banyak Ajukan ke Sektor Kesehatan

Zumi Zola Trending Topik Usai Digugat Cerai Istri, Netizen Mengaitkan dengan Ayu Dewi, Karma?

Ia mengatakan, buktinya selama ini para pekerja di perkebunan dan pabrik sawit belum ada yang belum diberhentikan.

"Harga jual sawit di pabrik masih kisaran Rp 1.500 per kg, sedangkan untuk harga terahir harga jual petani yang terahir masih kisaran Rp 1.390 per kg," katanya, Kamis (25/6/2020).

Menurutnya dengan harga sawit yang masih stabil membuat masyarakat Kabupaten Muarojambi masih bergairah untuk memproduksi kelapa sawit.

Untuk kelapa sawit ada penambahan bio massa sebanyak 40 ton pertahun rencananya akan naik lagi seperti cangkang dan sabut kelapa sawit.

"Untuk prospek terhadap perkebunan sawit di Muarojambi masih bagus dipertahankan," jelasnya.

Ia juga menyampaikan penghasil kelapa sawit di Kabupaten Muarojambi paling banyak daerah Sungai Bahar dan Sungai Gelam dan terdapat juga di beberapa daerah di Sekenan.

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved