Jambi Siaga Karhutla

Berkaca Dari Tahun Sebelumnya, BPBD Muarojambi Mulai Waspada Karhutla di Dua Kecamatan Ini

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk bekerjasama dalam mengatasi karhutla di Muarojambi, tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena bisa...

Tribunjambi/Hasbi
Karhutla di Muarojambi beberapa waktu lalu 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Memasuki musim kemarau, BPBD Muarojambi telah mengantisipasi beberapa titik yang rawan akan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala BPBD Muarojambi M Zakir mengatakan, upaya untuk pencegahan terjadinya karhutla di Muarojambi telah dilakukan kerjasama dengan berbagai pihak baik TNI, Polri, dan masyarakat Kabupaten Muarojambi.

Berdasarkan kejadian pada tahun sebelumnya, yang rawan titik api terjadinya karhutla di Muarojambi terparah di Kecamatan Kumpeh Ulu dan Kumpeh Ilir.

Mediasi PHK Massal PT APTP Sarolangun Jalan Buntu, Perusahaan tak Kuat Bayar Pesangon Karena Ini

Terdampak Covid-19, 10 Negara Ini Diprediksi Alami Ekonomi Terburuk, Termasuk Italia dan Amerika

Pengakuan PNS Bungo yang Selingkuh Lalu Ajukan Gugatan Cerai, Wahyu Beri Penjelasan

"Ada dua kecamatan yang rawan karhutla di Muarojambi, yaitu Kumpeh Ulu dan Kumpeh Ilir. Penyebabnya karena daerah tersebut banyak lahan gambut serta hutan dan kebun kosong," sebutnya, Kamis (25/6/2020).

Mereka tidak hanya lakukan kerjasama degan berbagai pihak, namun mereka juga akan mendirikan pos pantau guna untuk mengantisipasi hotspot yang rawan kebakaran hutan dan lahan tersebut.

"Sebanyak 6 titik pos pantau yang akan kita bangun, guna untuk pencegahan karhutla, nantinya akan diisi oleh personil dari masing-masing instansi yang terkait, sarana dan prasarana juga akan disiapkan di sana," sebutnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk bekerjasama dalam mengatasi karhutla di Muarojambi, tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena bisa menimbulkan kerugian dan terdampak pada masyarakat luas.

"Salah satu contohnya pada tahun sebelumnya, masyarakat terkena dari dampaknya pencemaran udara dengan asap, bisa menimbulkan ISPA terhadap masyarakat, apabila itu terjadi akan kita sanksi," ungkapnya.

Pihak perusahaan yang ada di Kabupaten Muarojambi juga diimbau agar menyiapkan peralatan peralatan pemadaman kebakaran jika terjadi, selain itu harus menyiapkan sumber air.

"Perusahaan juga kita imbau untuk melengkapi peralatan pemadam kebakaran, dan wajib membuat kanal-kanal sebagai tempat sumber air," tutupnya.

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved