Virus Corona

WHO Peringatkan Tanda Bahaya bagi Masyarakat Dunia,Pandemi Covid-19 Meningkat Drastis di New Normal

Pandemi Covid-19 tetaplah berbahaya dan mematikan, sehingga masyarakat dunia harus tetap waspada

Editor: Heri Prihartono
(AFP/JEAN-FRANCOIS MONIER) (AFP/JEAN-FRANCOIS MONIER)
Staf medis memasukan seorang pasien terinfeksi coronavirus baru ke dalam ambulans Angers layanan darurat seluler (SMUR), selama persinggahan kereta TGV medis dari Strasbourg, di Angers, Prancis Barat, pada Kamis (26 Maret 2020). Di hari kesepuluh dari penguncian ketat (lockdown) di Perancis yang bertujuan untuk membatasi penyebaran COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona baru. 

TRIBUNJAMBI.COM -  Pandemi Covid-19 tetaplah berbahaya dan mematikan, sehingga masyarakat dunia harus tetap waspada

Organisasi Kesehatan Dunia WHO bahkan telah memberikan warning tanda bahaya di fase new normal.

Masyarakat diminta tetap waspada dan ikuti protokol kesehatan di negara masing-masing!

Detik-detik Polisi dan Istrinya Jungkir Balik Selamatkan Jambret yang Babak Belur Dihajar Massa

Sampai saat ini, seluruh negara di penjuru dunia masih harus berperang melawan Covid-19.

Jumlah pasien Covid-19 pun masih dilaporkan terus mengalami peningkatan.

Tentu, kebijakan tersebut menuai pro dan kontra.

Bagaimana tidak, bak pisau bermata dua, seiring new normal diterapkan, rantai penyebaran Covid-19 nyatanya tak terlelakkan.

Menyoal kondisi tersebut, WHO pun langsung memberikan alarm tanda bahaya bagi dunia.

Lagi Racik Sabu, Dua Pemuda di Tanjab Barat Dibekuk Tim Petir Polres Tanjabbar

Ilustrasi virus corona
Pixabay.com/ geralt
Ilustrasi virus corona

Dilansir dari Kompas.com, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan kalau sekarang ini wabah virus corona mengalami peningkatan tajam.

Tak main-main, kini dunia berada di tingkat atau fase yang baru dan berbahaya.

Pada Kamis (18/6/2020), lebih dari 150ribu kasus infeksi baru telah dilaporkan.

Sejauh ini, laporan tersebut menjadi angka tertinggi dalam satu harinya.

 

Tedros Adhanom Ghebreyesus saat Konpers di Jenewa pun membenarkan hal itu.

Nasib Taufik Hidayat, Terseret Kasus Korupsi Eks Menpora Usai Imam Nahrawi Dituntut 10 Tahun Penjara

"Hampir separuh dari kasus-kasus yang dilaporkan berasal dari Amerika.

"Dengan angka tinggi yang juga dilaporkan dari Asia Selatan dan Timur Tengah," ujar Tedros (19/6/2020).

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved