Breaking News:

Kisah Militer

Pertarungan Guru Silat Kopassus vs Master Karate Jepang, Tetap Hormat Meski 5 Jurus Terjengkang

Meski kenyang bertarung, Kopassus tidak pernah puas dengan kemampuan yang dimiliki sehingga mendorong untuk terus berlatih dan berlatih. Peristiwa ini

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggota Kopassus TNI AD 

Meski kenyang bertarung, Kopassus tidak pernah puas dengan kemampuan yang dimiliki sehingga mendorong untuk terus berlatih dan berlatih. Peristiwa ini terjadi saat pasukan elite TNI AD ini latihan.

TRIBUNJAMBI.COM - Cerita pertarungan master karate jepang melawan ahli silat Kopassus ini beredar di kalangan pasukan elite TNI AD sejak 1960-an.

Peristiwa ini terjadi saat Kopassus masih bernama RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat, sekarang Kopassus).

Kala itu pelatih silat prajurit sparring partner melawan pelatih karate RPKAD.

Memang, pasukan elite TNI seperti Kopassus dibekali bermacam-macam ilmu beladiri.

Sejak pelatihan, Kopassus ditempa latihan keras bahkan ilmu kanuragan.

Preman Terminal Bisa Jadi Perwira Kopassus, Untung Pranoto Naik Pangkat 17 Kali Dalam Karier

  Kopassus Berkaki Satu yang Selalu Dicari Soeharto dan Ungkapan Agus itu Opsus. Opsus itu Agus

 9 Perwira Muda Kopassus Dikirim ke Pertempuran, Sintong: jika ada yang mati, aku tanggung jawab

 Daftar 12 Artis Asal Jambi yang Sukses di Jakarta, dari Sarwendah s/d Eriska Rein yang Cantik

Tempaan super keras itu membentuk prajurit Kopassus menjadi tentara andal.

Beragam beladiri dari dalam dan luar negeri dipelajari, karena nantinya misi yang dijalani juga di luar Indonesia.

Beladiri yang dipelajari pasukan elite TNI:

  • Yong Moo Do
  • Merpati Putih
  • Karate
  • Kung Fu
  • Tarung Derajat
  • Dan lain-lain
Pisau Komando Kopassus
Pisau Komando Kopassus (Kolase Tribun Jambi)

Memang, kehebatan Tentara Nasional Indonesia ( TNI) kerap membuat decak kagum masyarakat.

Meski dengan segala keterbatasan, prajurit TNI mampu bersaing bahkan mengalahkan prajurit negara lain yang didukung peralatan lebih canggih nan lengkap. Mental patriotisme tak diukur sekedar dengan alat.

Sudah banyak cerita terdengar, bagaimana prajurit TNI berhasil melibas lawan hingga menggentarkan mental musuh. Mulai dari mengusir kapal perang Malaysia hingga cerita heroik prajurit yang tertembak, namun mampu menghabisi 83 orang musuh.

Kisah tentang sepak terjang Komando Pasukan Khusus ( Kopassus) dalam medan pertempuran takkan pernah ada habis-habisnya dan aksinya selalu menuai decak kagum.

Mulai dari latihan yang sangat keras dan berbahaya sampai operasi militer sengan misi sulit di gunung, hutan, laut bahkan bandara sudah pernah dilakoni oleh pasukan elite ini.

Tapi, meskipun kenyang bertarung, Kopassus nampaknya tidak pernah puas dengan kemampuan yang mereka miliki sehingga mendorong mereka untuk terus berlatih dan berlatih.

Misteriusnya Sistem Kerja Intelijen Kopassus, Sersan Badri Diminta Sembunyikan Istri Panglima Musuh

 PRAJURIT Kopassus Mardi Rambo Tak Pernah Mendarat Pakai Pesawat, Malah Senang Dikirim ke Bosnia

Bisa mainkan 4 golok

Melansir dari cerita prajurit, ada peristiwa yang cukup unik pada 1960, saat Kopassus masih bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Saat itu Komandan Kopassus Kolonel Sarwo Edhie Wibowo memutuskan untuk memanggil pelatih master karate untuk melatih prajurit RPKAD.

Pelatih karate ini bukanlah orang sembarangan, mengingat sudah mendapat lisensi sebagai master karateka.

Tak berselang lama, latihan karate pun digelar untuk meningkatkan kemampuan bela diri prajurit RPKAD.

Hal yang menarik terjadi pada sesi sparring atau latih tanding antara guru karate melawan salah seorang prajurit RPKAD.

RPKAD pada saat itu diwakili oleh Haji Umar yang terkenal sebagai pendekar silat.

Haji Umar ini mampu memainkan 4 golok sekaligus dan memutarnya seperti baling-baling.

Keduanya pun bersiap sebelum melakukan sparring.

Pertarungan pun dimulai.

 Cinta Bersemi saat Pangkat Letnan Dua, Pemuda Blora Daftar Kopassus, Dapat Pacar Pramugari Garuda

Para prajurit yang ikut berlatih nampak antusias dan penasaran, siapapa akhirnya akan menjadi pemenang?

Namun hal yang sungguh terduga terjadi.

Kopassus
Kopassus (Kolase/Tribun Jambi)

Ketika baru mengeluarkan beberapa jurus saja, Haji Umar sudah sukses menyikat pelatih karate tesebut hingga tersungkur dan KO.

Sontak saja kawan-kawannya langsung riuh dan tertawa terbahak-bahak menyaksikan pertarungan tersebut.

Namun demi menghormati, guru karate tersebut tetap mengajar sesuai dengan tujuan awalnya yang diminta ke Indonesia.

Namun yang dilatih tentu saja bukan prajurit RPKAD, melainkan para remaja dan anak-nak tentara yang ada di sekitar asrama Cijantung.

Ilustrasi Kopassus
Ilustrasi Kopassus (ist)

Ilmu kanuragan

Beda dengan tentara lain atau pasukan khusus negara lain. Komando Pasukan Khsusu memiliki ilmu lain selain pandai menguasai persenjataan.

Ilmu kanuragan atau biasa diketahui banyak orang di Indonesia dengan debus.

Dilansir tribunjambi.com dari intisari online, Kopassus selalu mempertunjukkan kekuatan mereka dengan atraksi debus di depan pasukan-pasukan elit negara lain.

Alhasil, banyak tentara yang sudah gentar duluan melihat aksi Kopassus sebelum mengetahui secara langsung kekuatannya dalam jalani misi.

Mulai dari memakan beling, minum darah ular dan menggigit ular berbisa hidup-hidup sudah menjadi rutinitas saat melaksanakan atraksi debus itu.

Terbaru, Sekretaris Pertahanan AS, James Mattis berkunjung ke Jakarta, Indonesia pada 24 Januari 2018 lalu.

Dilansir dari daily Caller, Ia berkunjung ke negara-negara di Asia Tenggara untuk mempererat hubungan pertahanan antar negara.

 Posisi Tidur Raider Kostrad Ternyata Pakai Formasi Rahasia, Ternyata Kuncinya pada Ujung Matras

Saat kunjungannya ke Jakarta, ia disambut oleh aksi Kopassus yang membuatnya geleng-geleng.

Di hadapannya, para Kopassus yang sudah terlatih menampilkan aksi-aksi mendebarkan.

Diantaranya adalah minum darah ular kobra, berjalan di atas bara api dan memecahkan balok beton dengan kepala.

Hal tersebut rupanya tak biasa ia lihat di AS sehingga membuatnya kagum sekaligus keheranan.

Ia bahkan terlihat menyeringai sepanjang pertunjukan.

Ia disambut dengan tabuhan genderang, aksi-aksi debus dan puncaknya ia disuguhi dengan aksi para Kopassus yang ditulis Daily Caller dengan "mencengkeram kepala kobra, menggigit kepalanya dan meminum darahnya."

Saat di pesawat menuju Vietnam ia mengutarakan kekagumannya.

"Ular tadi! Kau lihat? Cara mereka memegang ular-ular itu lalu mempontang-pantingkan mereka hingga mereka kelelahan lalu meminum darahnya. Saat tentara bisa melakukan hal-hal seperti itu, mereka pasti bisa melakukan hal yang lebih besar."

Keahlian meminum darah ular berguna bagi para tentara untuk bertahan hidup di hutan dengan pasokan air dan makanan yang minim.

Aksi para Kopassus ini kemudian viral di antara netizen Amerika Serikat.

Netizen AS banyak membicarakan hal ini di media sosial dan membagikan berita sambutan debus tersebut.

Banyak dari mereka yang menganggap aksi tersebut sebagai hal yang mengagumkan karena tentara.

Indonesia dapat berjalan di atas api dan memecah balok baton dengan kepala.

Meminum darah ular juga mereka bicarakan sebagai hal yang manly alias cowok banget.

Walaupun begitu tentu saja ada kontra yang datang dari aktivis penyayang binatang yang menyebut aksi membunuh ular teresbut keji dan tak terlalu penting.

Selain menampilkan atraksi tersebut di atas, Kopassus juga memamerkan hasil latihan mereka dalam mengadang teror dan serangan.

Prajurit Kopassus dikenal tangguh dan berkemampuan lebih dibandingkan prajurit lain.

Kopassus punya ilmu tinggi. Di antaranya ilmu meringankan tubuh, menjilat golok panas, dan ditusuk jarum di beberapa anggota badan.(*)

 Kopassus Bertahan Hidup Tidur di Antara Mayat-mayat, Kisah Nyata saat Penyerbuan di Papua

 Cinta Bersemi saat Pangkat Letnan Dua, Pemuda Blora Daftar Kopassus, Dapat Pacar Pramugari Garuda

 Kopassus Ditembaki saat Parasut Masih Mengembang, Beberapa Prajurit Gugur

 

Editor: Edmundus Duanto AS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved