Pedagang di Pasar Positif Corona

Tempat Wisata Kembali Dibuka, Pemkot Jambi Batasi Jumlah Pengunjung

Tempat wisata di Kota Jambi kembali dibuka mulai 1 Juni 2020 kemarin, setelah Pemkot Jambi memberlakukan relaksasi ekonomi .

Tribunjambi/Ade Setyawati
Tukang ketek di Wisata Danau Sipin Kota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Tempat wisata di Kota Jambi kembali dibuka mulai 1 Juni 2020 kemarin. Setelah Pemkot Jambi memberlakukan relaksasi ekonomi kepada pelaku pelaku usaha dan masyarakat.

Namun untuk para pelaku usaha yang ingin membuka kembali usahanya baik tempat wisata maupun hiburan, harus melewati prosedur dengan mengajukan surat permohonan kepada satuan gugus tugas Covid-19 Kota Jambi.

"Nanti ada tim verifikator nya yang mengecek ke sana, dan dikoordinir oleh dinas kesehatan," kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha saat disambangi tribunjambi.com, Rabu (17/6).

Fasha menjelaskan yang dicek pada tempat-tempat tersebut adalah penerapan protokol kesehatan, di antaranya, kewajiban semua menggunakan masker baik pelaku usaha, petugasnya, serta tamu-tamu yang masuk. Kemudian menyiapkan sarana untuk cuci tangan di depan tempat tersebut dengan air yang mengalir atau hand sanitizer.

Hukuman Mati, Nasib Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tergantung di Pengadilan Tingkat Kasasi

Pilkada di Tengah Pandemi Corona, Bawaslu Kota Jambi: Rawan Politik Uang

BREAKING NEWS Pedagang Pasar di Sarolangun Positif Corona

Selanjutnya, petugas akan mengukur semua tamu nanti dengan suhu, jika suhu pengunjung 38,5 derajat tidak dianjurkan untuk memasuki tempat wisata tersebut.

"Tetapi nanti dikoordinasikan langsung kepada PRC 119 atau Puskesmas yang terdekat,"kata dia.

Selain itu ia juga mengatakan tempat-tempat usaha tersebut harus menerapkan physical distancing ataupun tanda-tanda visual baik di meja maupun di lantai, dan dibatasi jumlah pengunjung pada tempat kunjungannya.

"Misalnya tempat tersebut sekian ribu meter persegi, yang boleh pada awalnya pengunjung 1000 orang, dibatasi menjadi 500 orang," jelasnya.

"Jadi itulah yang kami lakukan, kami berikan kemudahan-kemudahan bagi pelaku usaha baik itu hiburan maupun tempat wisata tapi, harus menjalankan protokol kesehatan, karena protokol Kesehatan tidak boleh ditawar,"sambungnya.

Sementara itu, untuk wisata lokal seperti Danau Sipin dan taman hutan kota, serta Tugu keris siginjai sudah juga sudah dilakukan protokol kesehatan, namun lebih diutamakan terhadap orang-orang yang berada di lapangan seperti masyarakat dan para pelaku usaha, yang diharapkan untuk melakukan protokol kesehatan.

"Dan itu dipantau, ada lagi namanya tim inspeksi itu para Inspector, mereka nanti akan keliling untuk memeriksa dan memastikan bahwa, masyarakat sudah melakukan hal ini," ujarnya.

"Apabila ada yang tidak melakukan hal tersebut maka kita sudah sosialisasikan, akan kita kenakan denda kepada masyarakat tersebut misalkan tidak menggunakan masker denda Rp 50 ribu. Dan jika di suatu tempat usaha tidak menerapkan protokol kesehatan maka, kita akan melakukan denda sebesar Rp 5 juta," tutupnya.

Ribut Dana BLT, Ratusan Warga Seling Kembali Demo Kades: Fasilitas Kantor Desa Hancur

Dua Hari Hilang Tersesat, Petani Ini Selamat Setelah Mengikuti Aliran Sungai

Demo Soal BLT di Desa Seling Merangin Ricuh, Banyak Kursi Milik Desa Pecah

Saat tribunjambi.com mengkonfirmasi juru bicara Walikota Jambi Abu bakar dirinya mengatakan pengunjung wisata lokal seperti Danau Sipin diperkirakan tidak lebih dari 50 persen, karena menurutnya fasilitas pariwisata di daerah tersebut belum semua terlengkapi.

"Jadi memang pengunjung belum terlalu banyak di daerah tersebut, apalagi sekarang kan orang memang tidak suka keluar rumah," pungkasnya.(Miftahul Jannah)

Penulis: Miftahul Jannah
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved