Warga Seling Geruduk Kantor Desa

Demo Soal BLT di Desa Seling Merangin Ricuh, Banyak Kursi Milik Desa Pecah

Ratusan warga Desa Seling, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin menggeruduk kantor desa.

Tribunjambi/Muzakkir
Banyak kursi pecah setelah ratusan warga Desa Seling, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin menggeruduk kantor desa. 

TRIBUNJAMBI.COM,BANGKO -- Ratusan warga Desa Seling, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin menggeruduk kantor desa.

Mereka mempertanyakan kenapa dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa tahap pertama belum dicairkan, sementara desa lainnya sudah pencairan tahap dua.

Informasi yang didapat, tidak cairnya dana tersebut dikarenakan pemerintah desa tidak ingin melanggar aturan, dimana warga meminta dana tersebut dibagi rata.

Namun karena terus didesak oleh warga bahkan sampai dua kali didemo warga, Kades Seling Hasan menjanjikan kepada warga dana tersebut bisa sesuai permintaan warga, yaitu dibagi rata.

BREAKING NEWS Ratusan Warga Seling Kembali Geruduk Kantor Desa, Minta BLT Dibagi Rata

Lama Tak Masuk Sekolah, Siswa di Jambi Mengaku Kangen

Diindikasi Terima Bantuan Ganda, Ratusan Warga Tanjab Timur Batal Dapat Bantuan dari Kemensos

Dan hari ini, Rabu (17/6) ratusan warga desa tersebut kembali mendatangi kantor desa tersebut dengan tuntutan yang sama.

Warga mendatangi kantor desa bahkan masuk keruangan. Akibatnya banyak kursi dan benda lain milik desa pecah.

"Kursi pecah-pecah bang. Sekarang sudah agak tenang, kerno ado TNI dan Polisi," kata warga setempat.

Saat ini perwakilan warga tengah melakukan rapat tertutup dengan Kades, pihak dari kecamatan, TNI dan Polri.

"Kami nunggu diluar. Kalau dak biso cair jugo kami demo terus," ancamnya.

Untuk diketahui, sebelumnya ratusan warga Desa Seling ini sudah melakukan aksi demo di kantor desa tersebut.

Mereka minta dana BLT dibagi rata. Hal itu dipicu karena diduga Pembagian dana tersebut tidak adil. Dari daftar nama, warga yang menerima bantuan tersebut tidak adil, banyak warga yang mampu tapi mendapatkan dana, sementara yang benar-benar membutuhkan namun tidak mendapatkan itu.

Dengan demikian, warga meminta agar dana tersebut dibagi rata dengan warga desa tersebut. (*)

Penulis: muzakkir
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved