PPDB di Jambi
PPDB di Kabupaten Muarojambi 75 Persen Dilakukan Secara Tatap Muka
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Muarojambi, Kasyiful Imam saat ditemui mengatakan bahwa PPDB tahun ini tetap lakukan sistem zonasi.
Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SD dan SMP di Kabupaten Muarojambi sudah keluar surat edaran secara serentak dari tanggal 1-4 Juli 2020.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Muarojambi, Kasyiful Imam saat ditemui mengatakan bahwa PPDB tahun ini tetap lakukan sistem zonasi.
"Kita berharap untuk tahun ajaran 2021 semua sekolah SD dan SMP di Kabupaten Muarojambi tetap menggunakan sistem zonasi, walaupun dari pengalaman sebelumnya masih ada sekolah yang tidak menerima siswa dengan sistem zonasi," jelasnya, Senin (8/6/2020).
• Pengendara di Kota Jambi yang Tak Pakai Masker Ini Protes Didenda Rp 50 Ribu oleh Petugas
• Survey Kandidat Kuat Capres 2024, Prabowo Nomor Satu, Anies Baswedan Bersaing dengan Sandiaga Uno
Ia juga menyebut dalam pengajuan PPDB sistem zonasi masih seperti pada tahun lalu, dari persentase zonasi PPDB berdasarkan zonasi wilayah, pindah tugas orang tua dan jalur prestasi siswa.
"Sejauh ini kita juga sudah mengupayakan proses pendaftaran PPDB untuk SD dan SMP di Muarojambi dilakukan secara online, sementara kita masih terkendala dengan sistem dan jaringan dan wilayah," kata Kasyiful.
Ia juga mengatakan untuk proses pendaftaran PPDB perkiraan sekitar 75 persen secara tatap muka, 25 persennya lakukan sistem online, ini mengingat sekolah yang ada di Muarojambi belum memiliki sistem pengaplikasian secara keseluruhan.
Bisa saja pihak dinas pendidikan lakukan sistem online secara keseluruhan, takutnya merepotkan sekolah dan pihak siswa, karena jarak sangat jauh, lagi pula jaringan sedikit susah seperti daerah pedalaman.
"Kalau tetap kita paksakan pendaftaran secara online, dalam waktu dekat selain keterbatasan fasilitas,wali murid juga kita pikirkan juga tidak semua mereka miliki fasilitas HP android lagipula sinyal agak susah, intinya kita masih mentoleril lah," tutupnya.