Virus Corona di Jambi

Bahas Dana Covid-19, Pansus DPRD Merangin Kecewa dengan Tim TPAD

Pasalnya sudah dua kali dijadwalkan untuk melakukan hearing namun tak satupun tim yang datang.

Tribunjambi/Muzakkir
DPRD Merangin 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Panitia Khusus (Pansus) pengawasan dana Covid-19 DPRD Merangin kembali kecewa dengan tim Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah (TPAD) Kabupaten Merangin.

Pasalnya sudah dua kali dijadwalkan untuk melakukan hearing namun tak satupun tim yang datang.

Wakil Ketua Pansus Pengawasan Rofokusing Gugus Tugas Covid-19 DPRD Merangin M Yani menyebut jika pihaknya sangat kecewa dengan tim TPAD Kabupaten Merangin.

35 Pengendara di Kota Jambi Terjaring Razia Didenda Rp 50 Ribu Lantaran Tak Pakai Masker

Dewan Minta Bansos JPS dari Provinsi Jambi Tahap Selanjutnya Disalurkan Dalam Bentuk Uang Tunai

Mendadak Ariel Tatum Cerita dan Unggah Gambar 3 Bagian Tubuhnya yang Sempat Buat Ia Tak Percaya Diri

Katanya, pihaknya hanya minta kejelasan terkait dana Covid-19 yang telah dianggarkan sebanyak Rp 28 miliar lebih itu.

Kata Yani, pemanggilan TAPD pada hari ini merupakan pemanggilan kedua dalam hal transparasi penggunaan dan Covid-19 dan membahas refocusing anggaran.

"Pada pemanggilan pertema mereka tidak hadir, pamanggilan kedua pada hari ini sampai jam 14.30 mereka juga tidak hadir, maka kami akan melakukan rapat internal dan menyampaikan langkah langka selanjutnya," kata Yani, Senin (8/6/2020).

Pihaknya sudah jauhari mengirimkan surat untuk melakukan pertemuan di gedung DPRD Kabupaten Merangin. Surat itu berisikan untuk melakukan pertemuan pada pagi ini.

"Tadi jam 11 siang mereka informasinya bisa hadir, namum sampai jam 14.30 tak ada satupun nomor TAPD yang bisa dihubungi, ada nomor mereka yang aktif tapi tidak diangkat. Kita positif thingking saja mungkin mereka memiliki kesibukan lain, dan menganggap pertemuan ini tidak perlu," katanya dengan nada sedikit kesal.

Menurut dia, tujuan Pansus Covid-19 DPRR pada Tim TAPD ini untuk membahas tentang persoalan Refocusing anggaran tahap satu senilai Rp 27,8 miliar beberapa waktu lalu untuk penanganan pencegahan Covid-19.

"Tujuan kita melakukan pemanggilan TAPD sangat jelas, untuk meminta keterangan pada TAPD sumber dana Refocusing tahap satu yang berjumlah Rp 27,8 miliar itu dari mana saja. Meskipun kita pernah menerima laporan secara gelondongan, cuma kita ingin tau dari mana saja mereka mengambil dan sudah sejauh mana perkembangannya," imbuhnya.

Penulis: muzakkir
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved