Rabu, 20 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Virus Corona

Lonjakan Kasus Covid-19, Jeddah Lockdown Selama 15 Hari ke Depan

Pemerintah Arab Saudi umumkan Jeddah lockdown selama 15 hari akibat peningkatan kasus Covid-19.

Tayang:
Editor: Heri Prihartono
AFP
Kondisi seputaran Masjidil Haram di Kota Mekkah, Arab Saudi yang tampak lengang pada Maret 2020. 

TRIBUNJAMBI.COM, JEDDAH - Pemerintah Arab Saudi umumkan Jeddah lockdown selama 15 hari akibat peningkatan kasus Covid-19.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi umumkan lockdown di Jeddah selama 15 hari karena dampak lonjakan kasus Covid-19.

Penetapan kembali lockdown di Jeddah dilakukan mulai Sabtu (6/6/2020), sebagai antisipasi melonjaknya kasus baru Virus Corona atau Covid-19 di kota itu.

 Pamit MCK ke Sungai, Seorang Lansia di Tebo Hanyut di Sungai Batanghari

 

Dengan demikian, jam malam akan diberlakukan di Jeddah lagi mulai pukul 15.00 hingga 06.00 keesokan harinya, dan masjid kembali ditutup.

Jeddah merupakan pintu masuk bagi umat Muslim untuk menunaikan ibadah haji ke Mekkah.

"Setelah meninjau situasi epidemiologis dan tingginya tingkat hunian perawatan inetnsif, diputuskan untuk mengambil tindakan pencegahan yang ketat di kota Jeddah selama dua minggu," demikian keterangan dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang dikutip kantor berita AFP.

 Begini Tata Cara Mengurus Keringanan UKT Bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri!

Dilansir dari Arab News Sabtu (6/6/2020), pegawai kementerian, lembaga pemerintah, dan perusahaan swasta tidak diizinkan bekerja di kantor.

Restoran dan kafe juga ditutup lagi, kemudian perkumpulan maksimal dihadiri 5 orang.

Namun penerbangan domestik dan kereta api masih beroperasi, karena orang-orang masih bisa keluar masuk di luar jam malam.

Lalu untuk orang-orang yang dikecualikan dari pembatasan sebelumnya juga tetap dibebaskan dari pembatasan sekarang, asalkan selalu mematuhi prosedur yang berlaku.

 Ini Catatan Amnesty Internasional tentang Papua Sejak 2011, Mau Dibawa Ke PBB

Kemenkes Arab Saudi mengungkapkan, aturan-aturan ketat juga bisa kembali diterapkan di Riyadh usai dilonggarkan pada akhir Mei, jika terus terjadi peningkatan kasus corona dalam beberapa hari ke depan.

Kemendagri Arab Saudi menambahkan, jumlah pasien kritis virus corona di Riyadh sedang dipantau dan tindakan yang tepat akan diambil jika jumlah kasus meningkat seperti yang terjadi baru-baru ini.

RS King Fahd Jeddah RS King Fahd Jeddah (Arab News/RS King Fahd Jeddah)

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengumumkan 2.591 kasus baru Covid-19 pada Jumat (5/6/2020).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved