News

Ini Catatan Amnesty Internasional tentang Papua Sejak 2011, Mau Dibawa Ke PBB

Menurut Usman sejak 2010 hingga 2018 ada 95 orang di Papua yang menjadi korban extrajudicial killing. Data tersebut juga telah disampaikan ke PBB.

Kompas.com
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM - Masalah Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua masih belum selesai. Masih banyak kasus yang diselesaikan tanpa pengadilan.

Amnesty Internasional Indonesia mencatat angka korban-korban extrajudicial killing.

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid mengatakan, tidak ada kasus pembunuhan di luar proses hukum (extrajudicial killing) yang diselesaikan lewat pengadilan oleh pemerintah.

Daftar 10 Youtuber Dengan Penghasilan Tertinggi di Indonesia, Baim Paula Masuk 10 Besar!

Kribo.Id, E-commerce Asli Milik Anak Jambi Terus Berkembang, Hadir di Panen Raya

"Tidak ada satu pun yang diselesaikan lewat pengadilan. Presiden Joko Widodo berjanji menyelesaikan kasus pembunuhan terhadap empat orang siswa di Paniai juga tidak terjadi," kata Usman dalam diskusi online, Jumat (5/6/2020).

Menurut Usman sejak 2010 hingga 2018 ada 95 orang di Papua yang menjadi korban extrajudicial killing. Data tersebut juga telah disampaikan Usman ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Dalam laporan kami, di garis bawahi 95 orang, menjadi korban di luar proses hukum, dengan total kasus 69," ujarnya.

Kaya Mendadak, 5 Tahun Tak Bertelur Ayam Ini Disembelih Pemiliknya, Beruntung Temukan Ini

Pacaran dengan Kecoa Bernama Lisa, Pria Jepang Ini Mengaku Tak Tertarik dengan Manusia

Menurut Usman, pada 2010 ada enam kasus dengan tujuh korban. Lalu, 2011 empat kasus dengan delapan korban.

Tahun 2012 berjumlah 11 kasus dengan 17 korban.

Kemudian 2013, 10 kasus dengan 12 korban.

Sementara 2014 ada sembilan kasus dengan 16 korban.

Halaman
12
Editor: Jaka Hendra Baittri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved