Breaking News:

PSBB Palembang

PSBB Jilid Dua, Pemkot Palembang Pastikan Siswa Belum Masuk Sekolah Pada 15 Juni 2020

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan Pemkot Palembang memutuskan untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid kedua.

Editor: rida
ist
Walikota Palembang Harnojoyo didampingi Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat ditemui setelah menggelar rapat bersama gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Palembang, Selasa (2/6/2020) 

TRIBUNJAMBI.COM, PALEMBANG- Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan Pemkot Palembang memutuskan untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid kedua.

Selanjutnya proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah belum akan dilakukan mulai pada 15 Juni 2020.

"Karena itu sistem belajar mengajar juga disesuaikan
dengan pemberlakuan peraturan selama PSBB. Jadi sistem belajar saat ini masih dari rumah," ujarnya, Selasa (2/6/2020).

Fakta Mencengangkan Virus Ebola, Berasal dari Hewan Liar hingga Menular dari Manusia ke Manusia

Sopir Truk Perksoa Siswi SMA, Sempat Dijanjikan Akan Ceraikan Istri dan akan Nikahi Korban

Bupati Kerinci Tunjuk ASN di Bagian Protokol Sebagai Pjs Kepala Desa Koto Iman

Harno juga mengatakan pihaknya akan menyesuaikan sistem belajar mengajar dengan ketentuan dari kementerian pendidikan.

"Ketentuannya seperti apa, nanti akan kita bahas," ujarnya.

Sementara itu, wakil walikota Palembang Fitrianti Agustinda menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan kapan sistem belajar mengajar secara tatap muka di sekolah akan kembali dilakukan.

"Di tahun ajaran baru para siswa juga belum tentu masuk," ungkapnya.

Kader NasDem Diminta Harus Manfaatkan Medsos untuk Kepentingan Partai dan Masyarakat

Seorang Anak Rekam Perbuatan Ayahnya Sering Aniaya Sang Ibu, Hanya Gara-gara Uang Belanja

Kerinci dan Muara Bungo Tertinggi, 462.180 Warga Jambi Ikut SP Online 2020

Dikatakan Fitri, kebijakan ini dibuat mengingat persoalan terkait anak-anak membutuhkan kajian yang lebih mendalam.

Untuk itu pemkot Palembang juga melibatkan sejumlah pihak seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) maupun KPAID untuk dimintai saran.

"Karena anak-anak usia sekolah masih sulit untuk diatur. Seperti patuh gunakan masker, sosial distancing atau menerapkan protokol kesehatan. Sehingga untuk saat ini sekolah tetap berlanjut."

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved