Berita Merangin

Dinilai Tidak Tepat Sasaran, Puluhan Warga Pematang Pauh, Merangin Protes, Datangi Kantor Camat

Aksi proses terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) kembali dilakukan oleh warga Merangin.

IST
Warga Desa Pematang Pauh Merangin menuntut transparansi bantuan BLT DD yang dinilai tak tepat sasaran 

TRIBUNJAMBI.COM,BANGKO - Aksi proses terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) kembali dilakukan oleh warga di Kabupaten Merangin.

Kali ini puluhan warga Pematang Pauh ,Kecamatan Jangkat Timur, menggelar aksi unjuk rasa dikantor Camat Jangkat Timur terkait penyaluran BLT DD tersebut.

Warga menilai pembagian BLT DD di desa Pematang Pauh tidak tepat sasaran.

Selain itu, warga juga menyorot penggunaan dana desa yang tidak jelas peruntukannya.

Soal Pengawasan Anggaran, Pansus Covid-19 DPRD Merangin Kunjungi 2 Instansi Hukum

Jangan Remehkan Protokol Pencegahan Virus Corona,97 Pasien Positif Corona Di Batam Tertular dari OTG

Ada enam permintaan warga dalam aksi tersebut, pertama meminta transparansi dan pemerataan bantuan tepat sasaran BLT-DD tahun 2020, kedua meminta kejelasan pekerjaan fisik JUT sungai bujuk yang diduga SPJ fiktif tahun 2020.

Ketiga meminta kejelasan pengadaan jaringan informasi dan komunikasi tahun 2019, keempat meminta kejelasan pengadaan dana objek wisata tahun 2019, kelima meminta kejelasan dana bantuan Provinsi Jambi Rp 60 juta tentang dana untuk tambahan dana Pamsimas yang diduga, dan yang diberikan hanya Rp 4.400.000.

Dan yang terakhir meminta camat jangkat timur menyurati Bupati Merangin terkait poin-poin diatas.

Warga Desa Pematang Pauh Merangin menuntut transparansi bantuan BLT DD
Warga Desa Pematang Pauh Merangin menuntut transparansi bantuan BLT DD (IST)

"Kami minta aparat desa transparan dalam penyaluran BLT-DD karena tida pernah dipublish nama-nama penerima dan diduga tidak tepat sasaran," kata Koordinator aksi, Candra, Selasa (2/6/2020).

Candra mengatakan bantuan BLT-DD untuk warga Desa Pematang Pauh tahap pertama diberikan kepada 50 KK.

"ini sangat tidak etis. Kita tahu bahwa di anggarkan untuk BLT-DD itu sendiri sebesar Rp848 juta kali 30 persen atau sebesar Rp 254 juta dan seharusnya kuota penerimaan manfaat sebesar 131 KK," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: muzakkir
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved