Alami Kekerasan di Keluarga, Remaja 16 Tahun di Semarang Melahirkan di Kebun Seorang Diri

Seorang remaja putri asal Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang melahirkan di kebun

Editor: Heri Prihartono
zoom-inlihat foto Alami Kekerasan di Keluarga, Remaja 16 Tahun di Semarang Melahirkan di Kebun Seorang Diri
Shutterstock
Ilustrasi

TRIBUNJAMBI.COM, SEMARANG - Seorang remaja putri asal Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang melahirkan di kebun

Remaja bernama TM (16) tersebut terpaksa harus melahirkan anak yang dikandungnya di kebun seorang diri.

TM melahirkan di kebun yang berada di belakang Hotel Dua Putra, Ngaglik, Pakopen, Bandungan, Semarang karena diduga mendapatkan kekerasan dari keluarganya sendiri.

Ilmuwan Temukan Kemiripan Covid-19 dan HIV yang Menyerang Sel Imun Manusia

Remaja yang hamil di luar nikah tersebut baru ditemukan dua hari setelah melahirkan.

Oleh warga, TM dan bayinya kemudian langsung dibawa ke bidan untuk mendapatkan perawatan medis.

Gubernur Jambi Halal Bihalal Virtual Dengan Bupati dan Walikota Pererat Silaturahmi demi Pembangunan

"Dia setelah melahirkan tetap berada di kebun itu, bersembunyi sampai ditemukan warga dua hari setelahnya dan dibawa ke bidan," jelas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kabupaten Semarang, Romlah, Kamis (28/5/2020).

Romlah menjelaskan, keluarga TM merupakan keluarga yang taat beragama namun berpendidikan rendah.

Namun menurut Romlah TM sering dimarahi ibunya, dan dipukuli adiknya, MS (13).

 

Dilarang Masuk Jambi, 2.000 Lebih Kendaraan Pemudik Diminta Putar Balik

TM pun sempat melarikan diri dari rumah dua tahun lalu untuk bekerja di salah satu rumah makan di Kabupaten Semarang.

"Setelah kabur selama dua tahun, yang bersangkutan hamil dan pulang ke rumah. Namun adiknya mungkin malu karena pulang-pulang kok hamil."

"Maka dipukuli oleh adiknya dan dimarahi ibunya," katanya.

Setelah melihat kondisi TM, Romlah mengatakan akhirnya MS pun mengaku menyesal telah memukuli kakaknya.

Saat ini kondisi TM lemah dan menurut Romlah, yang bersangkutan dirujuk ke RSUD Ambarawa untuk perawatan lebih lanjut.

"Bayi TM kondisinya baik, beratnya normal 2,4 kilogram," jelasnya.

Begini Isi Curahan Hati Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi Rumah Sakit, Keluhkan Makanan tak Layak

Romlah juga menjelaskan keluarga TM saat ini belum dapat menerima keadaan TM yang hamil dan melahirkan tanpa seorang suami.

Sedangkan keadaan TM saat ini masih belum dapat ditanyai sebab kondisinya yang lemah.

"Keluarga yang bersangkutan tak bisa mengasuh anak TM, sementara dirawat di bidan."

"Kami segera komunikasi dengan perawat desa terkait bayi itu ke depannya seperti apa. Apakah diasuh negara atau seperti apa," lanjut dia.

Belum Ada Kepastian Berangkat, Persiapan Ibadah Haji Provinsi Jambi Tetap Berjalan

Lebih jauh Romlah mengatakan pihaknya juga telah mengkoordinasikan hal ini ke kepolisian, terkait pria yang bertanggungjawab atas kehamilan TM.

Sebab menurutnya ada dugaan pelecehan seksual yang bisa terjadi.

"Untuk TM selanjutnya kami dampingi ke psikiater," jelas dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Dapat Kekerasan dari Keluarga, TM Melahirkan Bayi di Kebun Belakang Hotel Bandungan

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Kisah Pilu Remaja di Semarang Melahirkan Seorang Diri di Tengah Kebun, Ditemukan 2 Hari Kemudian, https://jogja.tribunnews.com/2020/05/28/kisah-pilu-remaja-di-semarang-melahirkan-seorang-diri-di-tengah-kebun-ditemukan-2-hari-kemudian?page=all


Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved