Breaking News:

Virus Corona

Masyarakat Perlu Tahu, Peneliti Temukan Ada Virus Corona Bisa Terbang di Udara Sejauh 6 Meter

Masyarakat Perlu Tahu, Peneliti Temukan Ada Virus Corona Bisa Terbang di Udara Sejauh 6 Meter

Editor: Andreas Eko Prasetyo
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga beraktivitas menggunakan masker di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/3/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk Tim Tanggap COVID-19 guna mengantispasi penyebaran virus korona di Jakarta pasca telah diterbitkannya Instruksi Gubernur DKI Nomor 16 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan COVID-19 atau virus Corona di DKI Jakarta. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJAMBI.COM - Ternyata aturan untuk menjaga selalu menjaga jarak fisik dan menggunakan masker tidak bisa dianggap main-main.

Diketahui menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), penyebaran virus corona dari orang ke orang kerap terjadi melalui droplet yang dihasilkan dari air liur ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Disimak Dulu! Ini Tata Cara Salat Idul Fitri dari Niat Serta Bacaannya dalam Tulisan Arab dan Latin

Baru Selesai Pesta, Warga Bungo Diamankan Polisi, Ditemukan Ini di Saku Celana

Kapolda Jambi dan Danrem Sidak ke Gudang Bulog, Pastikan Bantuan Sesuai Komposisi

Tetesan ini dapat mendarat di mulut atau hidung orang-orang yang berada di dekatnya yang mungkin terhirup ke dalam paru-paru.

Dalam penelitian yang dilakukan Talib Dbouk dan Dimitris Drikakis dengan Lembaga Penelitian Pertahanan dan Keamanan di Universitas Nicosia, Yunani itu ditemukan bahwa angin dapat membawa droplet terbang lebih jauh hingga 6 meter.

Melansir Healthline, (20/5/2020), Studi yang sudah dipublikasikan dalam jurnal Physics of Fluids tersebut dilakukan dengan menjalankan model komputer yang mensimulasikan perjalanan 1.008 tetesan air liur di udara dari orang yang sedang batuk.

Peneliti memperhitungkan faktor-faktor seperti kelembapan, penguapan, kekuatan di mana tetesan tersebar, hingga bagaimana molekul air liur berinteraksi dengan udara.

Berdasarkan simulasi tersebut didapatkan perhitungan, dengan kecepatan pergerakkan angin 4 kilometer per jam, maka droplet yang dikeluarkan lewat batuk bisa terbang hingga 6 meter hanya dalam 5 detik.

Gegara Lerai Cekcok Rumah Tangga Ponakan, Anggota TNI Ini Tewas dengan Luka Pada Bagian Dada

Dua Bulan BLT Tak Cair, Warga Dusun Jumbak Bungo Segel Kantor Desa

Contoh Khotbah Idul Fitri Singkat dari Ustaz Abdul Somad, Buya Yahya dan Gus Nadir

"Hal ini sangat penting karena menyangkut pedoman menjaga jarak untuk kesehatan dan keamanan, dapat meningkatkan pemahanan tentang penyebaran dan penularan penyakit melalui udara, sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan," ujar Drikakis.

Meski demikian, para ilmuwan lainnya berpendapat pergerakkan droplet yang bisa terbang hingga 6 meter belum tentu berlaku pada kasus penularan virus corona penyebab Covid-19.

Mengingat mungkin ada variabel lain dan faktor lingkungan yang berkaitan dengan virus corona baru, yang tidak sepenuhnya diperhitungkan dalam penelitian lewat model komputer ini.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved