Berita Jambi

Pabrik Karet di Jambi Masih Tetap Beroperasi, Gapkindo : Tetap Membeli Karet Petani

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) menyampaikan bahwa perusahaan karet di Jambi masih membeli karet dari petani.

Tribunjambi.com/Zulkifli
Pabrik Karet di Jambi Masih Tetap Beroperasi dan Membeli Karet Petani 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) menyampaikan bahwa perusahaan karet di Jambi masih membeli karet dari petani.

Belum ada perusahaan karet yang berhenti beroperasi akibat pandemi Covid-19.

Hal itu dikatakan Ketua Gapkindo Provinsi Jambi, John Kennedy saat diwawancarai Tribunjambi.com, Selasa (19/5/2020).

"Alhamdulillah sampai hari ini masih berjalan seperti biasa, dan kami berusaha akan tetap berjapan ke depan," kata John.

Bantu Perekonomian Kelompok Tani Hutan Binaan, PT RLU Beli Karet Petani di Atas Harga Rerata

Dianggap Paling Terdampak Covid-19, Petani Karet di Jambi Jadi Prioritas Penerima Bantuan Sosial

Di bawah Gapkindo sendiri dijelaskan John ada 14 perusahaan karet. Terdiri dari 2 perusahaan perkebunan karet dan 12 yang punya pabrik.

"Dari 12 pabrik itu memang ada satu yang tidak berjalan. Tapi memang sudah lama tidak beroperasi," katanya.

Bahkan dijelaskan John, bahwa kapasitas mesin pabrik karet yang terpasang di provinsi Jambi lebih besar dari pada ketersediaan bahan baku. "Jadi berapapun karet petani yang dijual pasti dibeli," ungkapnya.

Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Jambi Akan Tetap Ditutup Hingga 29 Mei 2020

Pemprov Jambi Keluarkan Surat Edaran Tentang Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19

Untuk aktivitas eksport karet sendiri di tengah Pandemi Covid-19 ini, menurut John masih berjalan dan bekerjasama dengan saicom rubber yang berkantor di Singapura.

"Kantor Singapura inilah yang mengatur jalan keluarnya ekspor, karena kita sekarang setiap ekspor rata-rata melalui Singapura. Jadi saicom rubber ini yang mengatur distribusi ke negara-negara tujuan, alhmadulillah sampai saat ini perjalanan eksport masih berjalan normal," katanya.

Untuk harga diakui John, harga karet dunia memang terjadi menurunan tapi tidak begitu signifikan.

"Harga karet memang berfluktuasi naik turun," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Zulkifli)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved