Virus Corona
Kabar Baik di Tengah Wabah! Awal Agustus Obat Corona Buatan Indonesia Beredar, Bisa Dibeli di Warung
Kabar Baik di Tengah Wabah! Awal Agustus Obat Corona Buatan Indonesia Beredar, Bisa Dibeli di Warung
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kabar baik datang di tengah wabah virus corona yang hingga saat ini masih menyebar di Indonesia.
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengungkap, pemerintah sedang membuat obat corona atau Covid-19.
Dia mengatakan, hasil penelitian terhadap obat corona ini nantinya paling lambat awal Agustus 2020 sudah bisa keluar.
Saat ini, lanjutnya, pemerintah sedang proses uji klinik di rumah sakit di Indonesia atas kandidat obat Covid-19 dengan bukan kategori sintesis melalui resep dokter.
• Identitas 9 Positif Corona Baru Kota Jambi, Klaster Gowa di Jelutung, Alam Barajo, Pasar, Paal Merah
• Begini Tata Cara Membayar Zakat Fitrah di Tengah Pandemi Virus Corona!
• KABAR GEMBIRA! Bertambah 108 Pasien Virus Corona Sembuh, Total 3.911 Pasien Sembuh di Indonesia
"Memang bukan yang sintetis, sintetis nanti kan harus pakai resep dokter. Mohon maaf kalau bisa misalkan seperti Panadol yang bisa dibeli di warung, di toko-toko, dan tidak perlu pakai resep," kata Rudiantara.
Kendati demikian, meski obat corona nantinya sudah ada juga tidak menghilangkan kemungkinan orang terkena virus tersebut, kecuali sudah ada vaksin.
• Umat Muslim Wajib Tahu! Ini Poin Lengkap Fatwa MUI tentang Shalat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19
• Ingat Mantan Menteri Jokowi Satu Ini? Kini Jadi Petani di Tengah Kota Jakarta, Lihat Hasil Panennya
• Identitas 9 Positif Corona Baru Kota Jambi, Klaster Gowa di Jelutung, Alam Barajo, Pasar, Paal Merah
"Kecuali sudah ada vaksin dan waktunya dikatakan tahun 2021, itupun kemudian akhir tahun. Artinya apa? Selama rentang waktu yang kosong itu, cari cara lain ini," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Awal Agustus Akan Beredar Obat Corona Buatan Indonesia, Bisa Dibeli di Warung
Sementara di Hong Kong, obat Covid-19 sedang terus dicari dan diteliti.
Uji coba-ujicoba terus dilakukan sejumlah pihak semua menemukan solusi terbaik melawan Covid-19.
• Manusia Hidup di Mars Tahun 2032, Perang dengan Robot, Ini Deretan Ramalan Para Penjelajah Waktu
• Wanita 19 Tahun Dihujani 12 Tusukan Teman Kencan di Hotel, Sudah Curiga Gelagat Pelaku Sejak Awal
• Pasien Positif Covid-19 Muarojambi Bertambah Dua Orang
Berdasarkan hasil uji coba di Hong Kong, penggunaan kombinasi tiga obat antivirus, lopinavir ritonavir, ribavirin, dan interferon beta dapat membantu meringankan gejala sakit Covid-19 pada pasien dengan keluhan ringan dan menengah.
Hasil uji coba itu turut menunjukkan kombinasi tiga obat tersebut dapat menurunkan kadar virus SARS-CoV-2, penyebab COVID-19, dalam tubuh pasien.
• Amerika Kian Terpuruk, Pengangguran Capai Kondisi Terburuk Sejak 1948
• Takut Terjangkit Corona, Banyak Warga Desa Ini Pilih Tak Bekerja, Kades : Jangan Takut Berlebihan
• DPMD Minta Penyaluran BLT Dana Desa Jangan Tumpang Tindih, Jika Lebih Dikembalikan ke Rekening Desa
Uji coba tersebut melibatkan 127 pasien.
Peneliti membuat perbandingan antara pasien yang hanya mengonsumsi obat HIV, lopinovir ritonavir, dengan pasien yang meminum lopinovir ritonavir, obat hepatitis ribavirin, dan obat sklerosis interferon beta sekaligus.
Hasil penelitian, sebagaimana dipublikasikan dalam jurnal kedokteran Lancet, menunjukkan rata-rata pengguna tiga obat tersebut bebas virus dalam tubuhnya lima hari lebih awal daripada mereka yang hanya mengonsumsi satu obat.
Pasien yang hanya mengonsumsi satu obat rata-rata sembuh dalam waktu tujuh sampai 12 hari.
• Pernah Bertemu DIrinya Dari Masa Depan, Hakan Nordkvist Sempat Memotret Momen Itu
• Rekam Jejak dan Perjalanan Karir Militer Mantan Panglima TNI Djoko Santoso, Sobat Prabowo Subianto
• Pengadilan Negeri Muarojambi Dapat Tambahan 3 Calon Hakim, Tegaskan Larangan Mudik untuk Pegawai
• Napi Lain Tak Suka Dengan Prank Sampah, Ferdian Paleka Cs Jadi Korban Bully di Penjara
"Percobaan kami memperlihatkan pengobatan lebih awal terhadap pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan menengah, menggunakan kombinasi tiga obat antivirus tersebut dapat menekan penyebaran virus dalam tubuh pasien, meringankan gejala penyakit, dan mengurangi risiko penularan terhadap tenaga medis," kata Kwok-Yung Yuen, seorang kepala peneliti dan profesor universitas di Hong Kong, Jumat (8/5/2020).
Ia menjelaskan risiko penularan ke tenaga kesehatan dapat dikurangi karena obat dapat meringankan dampak pelepasan virus (viral shedding), yaitu saat ketika virus terdeteksi dan berpotensi menular ke pihak lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ilustrasi-obat-covid-19.jpg)