Berita Internasional
Laut China Selatan Makin Panas, Tiongkok Malah Tambah Musuh dengan Adu Tembak dengan Militer India
Laut China Selatan Makin Panas, Tiongkok Malah Tambah Musuh dengan Adu Tembak dengan Militer India
TRIBUNJAMBI.COM - Bukan cuma dengan Amerika Serikat, China ternyata sedang berkonflik di banyak wilayah.
Tak hanya laut China selatan dan politik di berbagai negara, bahkan China sedang adu tembak dengan tentara India.
Melansir The Independent, terjadi pertempuran antara 150 pasukan India dan China di pegunungan Himalaya.
Beberapa tentara cedera saat Sabtu perbatasan dekat Nathu La antara Sikkim Utara di India dan Tibet, Nepal.
• 200 Pengecer Tribun Jambi Terima Bingkisan dari SKK Migas-PetroChina
• Rumah Sakit di China Dibangun 6 Hari, Begini Pembuatan RS Khusus Covid-19 di Lamongan Jawa Timur
• Benar-benar Terjadi, China Kembali Umumkan Gelombang Dua Penyebaran Covid-19 di Wuhan, Klaster Baru
Pertempuran tersebut terjadi setelah ada laporan baku tembak antara 250 tentara beberapa hari sebelumnya di Ladakh Timur, teritorial Kashmir.
Pasukan India mengatakan jika perselisihan tersebut berumur pendek dan bisa diselesaikan dengan "dialog dan interaksi di tingkat lokal".
"Perilaku agresif dari dua pihak menyebabkan cedera pada para tentara," ujar juru bicara tentara India Timur Mandeep Hooda kepada reporter.
"Itu adalah baku hantam dan argumen yang berakhir dengan tindakan agresif. Baku tembak antara militer penjaga perbatasan terjadi setelah tidak tercapainya kesepakatan."
• Warga Pelawan Ditodong Senpi, Polres Sarolangun Bekuk Begal Sadis dari Sumsel
• Refly Harun Sebutkan Jokowi Tidak Bisa Dijatuhkan Cuma Gara-gara Presiden Berbohong
• Daerah Norwegia Bisa Siang 24 Jam, Bagaimana Puasa di Negara Seperti Ini?
Dari baku tembak tersebut dilaporkan empat tentara militer India dan tujuh tentara militer China cedera.
Sejarah India dan China mengenai perbatasan di Himalaya telah lama diperebutkan.
Mereka sudah bersitegang sejak tahun 1962.
Semenjak itu telah ada perpecahan sporadis selama 10 minggu antara kedua negara di wilayah dataran tinggi Doklam, dekat Sikkim.
• UPDATE! Kasus Virus Corona di Indonesia Rabu 13 Mei 2020 Bertambah 689 Total 15.438 Kasus
• Untuk Pasca PSBB Palembang, Catat 5 Rekomendasi Kuliner Mie Celor Ini
Panglima tentara India pada saat itu sudah ingatkan negaranya jika mereka harus bersiap untuk perang.
Argumen yang ia kemukakan adalah senjata nuklir tidak serta merta menghentikan konflik.
Namun hubungan dengan China sepertinya membaik.
Hal tersebut terjadi setelah diskusi antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden China Xi Jinping.
• Yuk Tingkatkan Amal dan Ibadah 10 Hari Terakhir Ramadan, Jemput Kemuliaan Malam Lailatul Qodar
• Kota Bersih, Penduduk Suka Bercanda, Traveller Ini Temukan Korea Utara yang Berbeda
Pembicaraan tersebut terjadi pada tahun 2018 silam.
Mencuatnya konflik perbatasan di teritorial Kashmir juga terjadi berulang kali antara India dan Pakistan.
Baku tembak ini terjadi lagi antara China dan India semenjak 2017 silam, yang terjadi di Ladakh, sebelah barat daya India.
Mengutip South China Morning Post di tahun yang sama terdapat kebuntuan di dataran tinggi Doklam, Bhutan setelah tentara India mengirim pasukan untuk hentikan China membuat jalan raya di sana.
• Sinopsis Film Focus Tayang 13 Mei 2020 Pukul 22.30 WIB di Bioskop Trans TV
• Ditunda Akibat Pandemi Covid-19, Tes SKB CPNS 2019 di Sarolangun Masih Tunggu Putusan Pusat
Sementara itu, Nepal telah meminta India untuk "menarik aktivitas militer di dalam teritori mereka" setelah menyesal terjadinya penembakan dan penjarahan di New Delhi yang terhubung dengan wilayah konflik dan Tibet.
Menteri Luar Negeri Nepal mengatakan pada Sabtu, "tindakan melawan kesepakatan yang telah diraih oleh pemimpin kedua negara hanya bisa diselesaikan dengan negosiasi lagi."
Pernyataan tersebut datang sehari setelah Menteri Pertahanan India Rajnath Singh meresmikan jalan penghubung sepanjang 80 km ke Rute Kailash-Mansarovar Yatra melalui Lipu Lekh Pass.
Wilayah tersebut adalah salah satu wilayah yang disengketakan dan saat ini berada di bawah kendali pasukan keamanan perbatasan India.
• Rektor Beri Target Wakil Rektor Unja untuk Akreditasi Internasional
• Resep Serba Ayam - Sayap Ayam Lemon, Ayam Santan Masak Pedas, Sayap Ayam Oriental, Ayam Panggang
Perlu dicatat juga, Kailash-Mansarovar adalah situs agama Hindu yang penting di Tibet.
Dalam pernyataan terpisah, pemimpin Partai Komunis Nepal menuduh India mengacaukan kedaulatan Nepal.
Untuk menjawab pernyataan Nepal, Menteri Luar Negeri India pada Sabtu menjawab jika jalan tersebut "berada sepenuhnya di dalam teritori India".
"India akan membereskan masalah perbatasan dengan dialog diplomatik dengan Nepal," ujar juru bicara Menteri Luar Negeri India.
• Iuran BPJS Naik di Tengah Pandemi Virus Corona, Anggota DPR Nilai Pemerintah Tak Punya Empati
• Ditunda Akibat Pandemi Covid-19, Tes SKB CPNS 2019 di Sarolangun Masih Tunggu Putusan Pusat
Kathmandu telah lama mempertahankan klaim terhadap area strategis di Limpiyadhura, Kalapani dan Lipu Lekeh walaupun wilayah tersebut telah dijaga oleh polisi India sejak perang India dan China 1962 silam.
Pada tahun 2015, Kathmandu keberatan dengan kesepakatan antara India dan China yang melibatkan Lipu Lekh Pass sebagai rute perdagangan bilateral tanpa melibatkan persetujuan Nepal.
Sementara tindakan diplomatis serupa muncul ketika India merilis peta politik baru termasuk teritori sengketa pada tahun 2019.
Artikel ini telah tayang di Intisari Online dengan judul Di Tengah Kekacauan Laut China Selatan, China Terlibat Baku Tembak Dengan Militer India di Darat, Ratusan Pasukan Militer Tewas.
(*)
Artikel Ini Juga Telah Tayang di GridHot.ID
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:
NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE: