Kisah Heroik Para Penyintas dari Chika hingga Safitri, Obat Covid-19 Bernama Cinta

Ia berjuang keras mengeluarkan ibunya, Ken Subarliyah, yang terisolasi di ruang kontainer di sebuah rumah sakit di Jakarta.

Editor: Duanto AS
Instagram/chikamailoa
Chika Mailoa 

Dengan segera ia bangkit, melepaskan semua tekanan dan menjalani sisa pemulihan dengan penuh sukacita.

Tak Bisa Meramal Lagi? Roy Kiyoshi Sampai Nangis di Penjara Menanyakan Hal Ini Kapan Bisa Terjadi

Terlepas dari jerat maut, Covid-19 dialami pula penyintas lainnya, Bernardus Djonoputro, atau yang akrab dipanggil Bernie.

Kondisi fisiknya sempat kritis dan masuk ruang perawatan instensif. Ia tak sadarkan diri selama empat jam, dan dokter mendiagnosis peluang hidupnya berkisar 50:50.

Tubuhnya menolak selang ventilator, napasnya semakin pendek.

Namun, lagi-lagi, semangat hidup Bernie begitu tinggi. Meski napasnya pendek akibat paru-parunya berkabut, ia merasakan kehidupan itu masih bersamanya.

Kali ini, ia lolos dari jerat Covid-19, meski tubuhnya sempat dibuat lemah tak berkutik.

Kisah para penyintas Covid-19 ini hanyalah empat dari ribuan pasien yang dirawat ataupun positif terinfeksi virus SARS-CoV-2 di seluruh Nusantara.

Pandemi memang belum menampakkan ujungnya, tetapi cuplikan kisah mereka bisa menjadi jejak penyemangat yang baik untuk mengajari cara bertahan dari serangan virus yang mematikan.

Sumber: Kompas.id berjudul Obat Covid-19 Bernama Cinta

BERITA POPULER Maksud Jahat Tersangka Ajak Inah Ketemu, Misteri Kerangka Siswi SMP 1 Betara

Anggota DPRD Ini Rayu & Sogok Uang Rp 1 M ke Keluarga Siswi SMP yang Hamil Karena Pencabulan

Benarkah Virus Corona Melemah? Berikut Ini Penjelasannya, Prediksi Berakhirnya Pandemi Covid-19

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved