Kisah Heroik Para Penyintas dari Chika hingga Safitri, Obat Covid-19 Bernama Cinta
Ia berjuang keras mengeluarkan ibunya, Ken Subarliyah, yang terisolasi di ruang kontainer di sebuah rumah sakit di Jakarta.
Dengan segera ia bangkit, melepaskan semua tekanan dan menjalani sisa pemulihan dengan penuh sukacita.
• Tak Bisa Meramal Lagi? Roy Kiyoshi Sampai Nangis di Penjara Menanyakan Hal Ini Kapan Bisa Terjadi
Terlepas dari jerat maut, Covid-19 dialami pula penyintas lainnya, Bernardus Djonoputro, atau yang akrab dipanggil Bernie.
Kondisi fisiknya sempat kritis dan masuk ruang perawatan instensif. Ia tak sadarkan diri selama empat jam, dan dokter mendiagnosis peluang hidupnya berkisar 50:50.
Tubuhnya menolak selang ventilator, napasnya semakin pendek.
Namun, lagi-lagi, semangat hidup Bernie begitu tinggi. Meski napasnya pendek akibat paru-parunya berkabut, ia merasakan kehidupan itu masih bersamanya.
Kali ini, ia lolos dari jerat Covid-19, meski tubuhnya sempat dibuat lemah tak berkutik.
Kisah para penyintas Covid-19 ini hanyalah empat dari ribuan pasien yang dirawat ataupun positif terinfeksi virus SARS-CoV-2 di seluruh Nusantara.
Pandemi memang belum menampakkan ujungnya, tetapi cuplikan kisah mereka bisa menjadi jejak penyemangat yang baik untuk mengajari cara bertahan dari serangan virus yang mematikan.
Sumber: Kompas.id berjudul Obat Covid-19 Bernama Cinta
• BERITA POPULER Maksud Jahat Tersangka Ajak Inah Ketemu, Misteri Kerangka Siswi SMP 1 Betara
• Anggota DPRD Ini Rayu & Sogok Uang Rp 1 M ke Keluarga Siswi SMP yang Hamil Karena Pencabulan
• Benarkah Virus Corona Melemah? Berikut Ini Penjelasannya, Prediksi Berakhirnya Pandemi Covid-19