Kisah Heroik Para Penyintas dari Chika hingga Safitri, Obat Covid-19 Bernama Cinta
Ia berjuang keras mengeluarkan ibunya, Ken Subarliyah, yang terisolasi di ruang kontainer di sebuah rumah sakit di Jakarta.
VIDEO serial kisah penyintas Covid-19 yang berhasil sembuh dengan segala perjuangan yang tidak mudah.
Virus ini mengubah total cara pandang dan kehidupan mereka selamanya.
Safitri, menolak menyerah dengan keadaan.
Ia berjuang keras mengeluarkan ibunya, Ken Subarliyah, yang terisolasi di ruang kontainer di sebuah rumah sakit di Jakarta.
Sejak diindikasi terinfeksi virus SARS-CoV-2 ( Covid-19 ), ibunya harus menjalani isolasi sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).
• Benarkah Virus Corona Melemah? Berikut Ini Penjelasannya, Prediksi Berakhirnya Pandemi Covid-19
• Promo Indomaret Super Hemat 13-19 Mei 2020, Cek Katalog Barang yang Dapat Potongan Harga
• Jual Daging Babi Seolah-olah Daging Sapi, Kehohongan 4 Pengepul di Bandung Terungkap setelah 1 Tahun
Namun, beberapa rumah sakit saat itu masih gagap menghadapi pandemi.
Belum lagi persoalan fasilitas.
Tak semua rumah sakit memiliki ruang isolasi memadai bagi pasien penyakit menular seperti Covid-19.
Terasing di ruang isolasi bukan sebuah pilihan.
Namun, protokol kesehatan mengharuskan pasien yang terindikasi Covid-19 ”diasingkan” agar tak menularkan kepada orang lain.
Berhari-hari terasing di ruang isolasi, membuat Ken merasa terbuang.
Kondisi mentalnya pun langsung menurun drastis.
• Viral Terekam CCTV Minimarket di Medan, 2 Pemuda Bertarung Bawa Pedang
Perjuangan Safitri mewakili sebagian besar dari perasaan kita.
Sebuah ungkapan nyata cinta seorang anak untuk ibunya. Perjuangan untuk menumbuhkan harapan, mengembalikan kehidupan.
Kesabaran dan ketulusanlah yang menjadi kunci keberhasilan Safitri melewati ”drama” pandemi yang pertama kalinya ia alami.