Wisata Merangin
Jadi Landmark di Kabupaten Merangin, Jam Gento Kini Dijadikan Kantor Komifo, Begini Sejarahnya
Jam Gento merupakan sebuah menara jam yang menjadi tempat wisata favorite di Kota Bangko, Kabupaten Merangin.
Penulis: Rohmayana | Editor: rida
TRIBUNJAMBI.COM, MERANGIN- Jam Gento merupakan sebuah menara jam yang menjadi tempat wisata favorite di Kota Bangko, Kabupaten Merangin.
DI Jam Gento para wisatawan bisa melihat keindahan Kota Bangko dari ketinggian
Jam Gento telah menjadi bagian penting dari Kota Bangko.
• 4 Makanan Ini Ampuh Turunkan Asam Urat, Termasuk Jahe hingga Seledri
• Putrinya Berhubungan Badan di Luar Nikah, Sang Ayah Murka Berujung Penyanderaan dan Pembunuhan
• Baznas Sarolangun Saluran Zakat Senilai Rp 2,2 Miliar, Segini yang Akan Diterima 18 Ribu Mustahik
Di menara ini, wisatawan dapat melihat keindahan Kota Bangko yang nampak asri dari ketinggian.
Tak heran, kini tempat wisata ini juga selalu ramai dikunjungi para pemuda yang asyik nongkrong.
Menara ini juga menawarkan spot fotografi yang menarik, dengan berbagai angle dan view berbeda.
Letak Jam Gento
Dilansir dari laman tempatwisata.pro Secara administratif, letak Jam Gento tak jauh dari Pasar Bangko, Kota Bangko, Kabupaten Merangin.
Posisinya yang berada di tengah-tengah pusat kota dan tepat di pinggir jalan, membuat wisatawan tak akan kesulitan untuk menemukan menara ini. Untuk menuju ke menara, wisatawan juga dimudahkan dengan banyaknya alternatif transportasi.
• 22 Adegan Pembunuhan Inah Diperagakan, Siswi SMP 1 Betara Dibunuh, Mengapa hanya Sisa Kerangka
• Bawaslu Tanjab Timur Ingatkan Pemerintah, Jangan Ada Politisasi Bantuan Covid-19
Tak hanya dikenal sebagai ikon Kota Bangko, Jam Gento juga kini mulai dilirik banyak wisatawan tak hanya dari dalam daerah. Semakin hari pengunjung menara pun semakin bertambah.
Tak hanya dari kaum pemuda saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa juga tertarik untuk melihat pemandangan dari menara jam ini.
Sejarah Jam Gento
Tepat berada disebuah bukit yang strategis, Jam Gento dibangun pada sekitar tahun 2001 saat masa kepemimpinan Bupati Rotani Yutaka.
Bangunan menara jam ini dulunya berfungsi sebagai penunjuk waktu sholat, serta siaran Radio Suara Rakyat Merangin.
Namun sangat disayangkan, siaran radio tersebut kini sudah tidak bisa didengar lagi oleh masyarakat Merangin.